Ujian Dikembalikan ke Sekolah, Nadiem: Jangan Remehkan Para Guru

Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Okezone)
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim meminta kepada semua pihak agar tak meremehkan kompetensi yang dimiliki oleh guru-guru di Indonesia.

Pernyataan Nadiem tersebut terkait dengan perubahan sistem Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang dicanangkan oleh dirinya. Ia mengatakan akan memberikan dua jawaban terkait hal tersebut.

“Saya jawab kritikan itu, mohon jangan pernah meremehkan guru itu yang pertama. Banyak sekali guru-guru yang sebenarnya sudah lebih tahu dari saya,” kata Nadiem di ruang rapat Komisi X, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Terkait adanya anggapan jika sistem USBN dikembalikan ke sekolah tidak akan memiliki standar kelulusan, Nadiem pun menepis. Menurutnya, sistem seperti ini sudah ada standar yang akan digunakannya.

“Ini yang banyak mispersepsi. Dalam kurikulum 2013 ada kompetensi dasar sampai dengan standar kelulusan yang sudah ditentukan secara nasional yang dibutuhkan untuk lulus. Jadi dengan adanya kurikulum 2013 dan standar kelulusan nasional itu adalah standarnya nasional,” tegas Nadiem.

Lebih jauh, Nadiem memaparkan alasan mengapa ia kembali memunculkan USBN itu ke sekolah. Dikarenakan, sistem tersebut justru membuat pihak sekolah tidak bisa melaksanakan haknya untuk melakukan penilaian secara independen dan mandiri kepada muridnya.

“Jadi kedaulatan sekolah dalam menerapkan penilaian siswa tidak terjadi. Jadi kita hilangkan dan kita kembalikan seperti semangatnya undang-undang Sisdiknas,” tandas Nadiem.