_
Home / Sumut / Tahun 2019, Pemprovsu Berperan Kurangi Kematian Ibu dan Bayi
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Tahun 2019, Pemprovsu Berperan Kurangi Kematian Ibu dan Bayi

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus berupaya menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas, sesuai misinya mencapai kesehatan masyarakat Sumut yang prima.

Tahun pertama Pemprovsu di bawah kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah telah meletakkan dasar-dasar pembangunan sektor kesehatan. Tahun 2019, Pemprovsu menyediakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi 424.838 jiwa masyarakat tidak mampu di 33 kabupaten/kota.

Jaminan ini meningkat dibanding jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) Provinsi tahun 2018 sebesar 338.720 jiwa. Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Hj R Sabrina didampingi Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menjelaskan PBI Provinsi dimaksudkan untuk melindungi masyarakat tidak mampu di Sumut.

“Terutama dari risiko kesulitan keuangan untuk kesehatan, khususnya dari penyakit katastropik, yaitu penyakit yang berbiaya tinggi, dan secara komplikasi dapat mengancam jiwa,” kata Sabrina baru-baru ini.

Jumlah PBI Provinsi terbanyak ada di Kabupaten Deliserdang, Kota Medan, dan Kabupaten Langkat. Untuk Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sebanyak 10.208 orang warga kurang mampu juga mendapat bantuan iuran.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, iuran peserta PBI ditetapkan sebesar Rp42 ribu per jiwa/bulan. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya sebesar Rp23 ribu per jiwa/bulan.

Kadis Kesehatan Sumut menjelaskan capaian indikator kesehatan di Sumut mulai membaik sepanjang tahun 2019. Hal ini dapat dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI) yang terus menurun. Tahun 2019, AKI sebanyak 179 dari 302.555 kelahiran hidup atau 59,16 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini menurun dibanding AKI 2018 yaitu sebanyak 186 dari 305.935 kelahiran hidup atau 60,79 per 100.000 kelahiran hidup.

Begitu juga dengan jumlah kematian bayi neonatus (bayi dengan usia kelahiran 0-28 hari) juga menurun. Tahun 2019, jumlah kematian bayi sebanyak 730 kematian atau 2,41 per 1.000 kelahiran hidup menurun dibanding 2018 sebanyak 869 atau 2,84 per 1.000 kelahiran hidup.

Dalam rangka menurunkan kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan USAID-Jalin dan kabupaten/kota fokus penurunan AKI-AKN (Asahan, Deliserdang, Mandailing Natal, dan Nias Selatan) dalam penguatan manajemen, sistem rujukan, dan pemberdayaan SDM.

Terkait stunting, pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat secara elektronik (e-ppgbm) didapatkan prevalensi balita stunting pada tahun 2019 sebesar 7,09%. Selain itu, kasus balita gizi buruk tahun 2019 juga menurun.

Di samping pelayanan kesehatan di dalam gedung, Pemprovsu melalui Dinas Kesehatan juga menyelenggarakan pelayanan kesehatan di luar gedung dalam skema Pelayanan Kesehatan Bergerak ke daerah-daerah terpencil/sangat terpencil. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Asren Nasution Lanjut Pj Bupati Pakpak Bharat

MEDAN, Waspada.co.id – Untuk kedua kalinya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik Asren Nasution ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.