Suap Wali Kota Medan Rp530 Juta, Isa Ansyari Diadili

WOL Photo/Ryan
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Akhirnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Medan, Isa Ansyari duduk di bangku persidangan Pengadilan Negeri Medan untuk diadili.

Diketahui, Terdakwa Isa Ansyari terjerat kasus suap bersama Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, dalam perkara dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan pada pemerintah Kota Medan Tahun 2019.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Zainal Abidin, menuturkan maksud penyuapan tersebut agar berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya yaitu selaku Wali Kota Medan mempertahankan jabatan terdakwa selaku Kepala Dinas PU Kota Medan, dengan menerima imbalan uang yang tidak sah dari Terdakwa untuk kepentingan Wali Kota.

“Di antaranya diberikan kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, sejumlah uang Rp20 juta 4 kali hingga seluruhnya Rp80 juta, lalu senilai Rp200 juta, Rp200 juta, dan Rp50 juta hingga jumlah seluruhnya Rp530 juta,” ungkapnya di hadapan Ketua Majelis Hakim Abdul Aziz, Ruang Utama, Senin (23/12).

Dimana awalnya kasus bermula pada tanggal 6 Februari 2019, lanjut JPU, Kadis PU mengelola anggaran fisik senilai Rp420 juta, dalam mengelola anggaran Dinas PU tersebut, sejak bulan Maret 2019, Terdakwa mulai mendapatkan pemasukan uang di luar penghasilan yang sah.

iklan

“Selanjutnya terdakwa Isa agar dianggap loyal kepada Wali Kota kemudian ikut membiayai kegiatan operasional Dzulmi Eldin dengan menggunakan uang yang diperolehnya tersebut,” tutur Jaksa.

Lalu pada bulan Maret 2019 Samsul Fitri (orang kepercayaan Dzulmi Eldin) menemui Terdakwa di Hotel Aston Medan dan meminta bantuan uang kepada Terdakwa apabila sewaktu-waktu ada kebutuhan biaya operasional Wali Kota Medan yang tidak ditanggung oleh APBD (dana non budgeter).

Sebagai bentuk loyalitas Terdakwa kepada Wali Kota, maka terdakwa menyanggupinya sehingga ketika Samsul Fitri menyampaikan adanya kebutuhan operasional Walik Kota Medan, Terdakwa lalu menyerahkan uang kepada Dzulmi Eldin melalui Samsul Fitri di bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2019 masing-masing senilai Rp20 juta.

“Demikian pula ketika ada kebutuhan operasional Dzulmi terkait rencana menghadiri undangan acara perayaan ulang tahun ke-30 “Program Sister City” antara kota Medan dengan Kota Ichikawa yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 sampai 18 Juli 2019 di Jepang,” beber Jaksa.

Rombongan berangkat terdiri dari Dzulmi Eldin, Rita Maharani, Samsul Fitri, Andika Suhartono, Fitra Azmayanti Nasution, Musaddad, Iswar S, Suherman, T. Edriansyah Rendy, Rania Kamila, Hafni Hanum, Tandeanus, Vincent, dan Amanda Syaputra Batubara, yang akan difasilitasi oleh ERNI Tour &Travel.

“Bahwa perbuatan Terdakwa memberi sesuatu berupa uang seluruhnya berjumlah Rp530 juta kepada Dzulmi Eldin selaku Wali Kota Medan di ancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a dan Pasal 13 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” pungkas JPU.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan