Sangkala Tapakan Kaki di Puncak Leuser

Sangkala Tapakan Kaki di Puncak Leuser. (Ist)

Waspada.co.id – Kelompok penggemar kegiatan di alam bebas Sangkala kembali menapakkan kaki di puncak Gunung Leuser dan Gunung Loser.

Kali ini tim pendaki Sangkala yang berhasil manapakkan kaki di gunung-gunung yang berada di ketinggian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) berjumlah 7 orang.

Ketua Sangkala, Hafifudin Arif mengatakan, melalui pesan WhatsApp yang diterimanya, tim pendaki mencapai puncak gunung tertinggi di Daerah Istimewa Aceh pada Jumat, 20 Desember 2019, tepat pukul 10.00 WIB.

“Informasi ini menggembirakan semua pihak yang memonitor perjalanan tim setelah 5 hari tidak terjadi kontak, melalui smartphone dan handy talky. Pendakian mereka dimulai tanggal 13 Desember 2019 lalu dari Desa Kedah Blangkejeren. Nah, kita terus monitor. 5 hari sempat tidak terjadi kontak. Akhirnya, kami mendapat kabar dari mereka langsung telah berhasil sampai di sana,” tutur Arif di Medan, Selasa (24/12).

Pendakian ini merupakan latihan rutin bagi anggota Sangkala untuk memelihara standar kapasitas personal anggota dan spirit komunal organisasi. Pendakian ke Gunung Loser dengan ketinggian 3.404 meter dari permukaan laut (mdpl) adalah pendakian standar selain pendakian gunung Perkisson-Bendahara (3.011 mpdl) dan Gunung Lembu (3.050 mpdl).

Dan proses pendakian ke puncak Gunung Loser, puncak tertinggi di TNGL, harus melewati puncak-puncak gunung seperti Pucuk Angkasan (2.891 mpdl), Gunung Pepanyi (2.440 mpdl), Gunung Tanpa Nama (2.945 mpdl), Gunung Bivak III (3.000 m), Gn Loser (3404 m) dan Gunung Leuser (3111 mpdl).

“Karena lintasan tempuh yang jauh dan waktu tempuh yang lama, maka pendakian Leuser ini tergolong pendakian yang seram, namun menantang untuk dilakukan oleh para pendaki gunung,” jelasnya.

Diungkapkan Arif, ketika melakukan pendakian rintisan 32 tahun lalu, atau sekitar tahun 1.987, tim Sangkala membutuhkan waktu 19 hari unttk mencapai puncak Leuser dan 11 hari untuk turun ke Desa Kedah.

“Kini, waktu pendakian hanya butuh waktu tercepat 7 hari dan turun 4 hari. Karena itu, disiplin dan kompak menjadi kunci keberhasilan pendakian,” ungkapnya.

Koordinator Tim Pendukung Sangkala, Hardinas menuturkan, pendakian dengan jarak mendatar sekitar 45 Kilometer di peta ini seharusnya sudah berjalan efektif sejak tanggal 10 Desember 2019. Tetapi pada hari pertama pendakian, 3 buah ransel yang berisikan logistik dan perlengkapan raib saat tim berbivak di dalam hutan, masih di dekat Desa Kedah.

“Peristiwa tak biasanya ini segera dilaporkan ke Pos Polsek Belangkejeren untuk diusut. Peristiwa ini tak menyurutkan semangat tim pendaki, karena secepatnya segera mendapat dukungan pengganti logistik dan perlengkapan dari Medan,” ucapnya.

Ekspeditor Sangkala yang kali ini berhasil mencapai puncak Gunung Leuser adalah Sutrisno Sitorus (24), Evandi Muslim Sitepu (23), Juandi Barutu (26), Malikul Yahya (20), Ramadani Siagian (56), Lim Yani (43), dan Alin (36).(wol/rls/data3)