Peras Warga Rp50 Juta, 4 Polisi Divonis 6 Bulan Penjara

WOL Photo/Ryan
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis rendah kepada empat polisi pemeras warga Tembung, dengan vonis 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri Medan, Ruang Cakra VIII, Selasa (10/12).

“Menjatuhkan pidana kepada ke empat terdakwa, masing masing selama 6 bulan,” tutur Hakim Ketua Pengadilan Negeri Medan, Fahren.

Selain ke empat polisi, hakim juga menjatuhkan vonis kepada masyarakat sipil, yang diketahui ikut terlibat dalam kasus pemerasan tersebut.

“Menjatuhkan hukuman 9 bulan penjara untuk terdakwa Dedi Pane,” jelas Hakim.

Usai putusan, Hakim Ketua bertanya kepada ke empat polisi dan satu warga sipil. “Apakah kelen menerima keputusan atau pikir-pikir (Banding),” tanya hakim kepada seluruh terdakwa.

iklan

Terdakwa Jenli Damanik, Akhiruddin Parinduri, Arifin Lumbangaol, dan Dedi Pane, menerima keputusan hakim, kecuali Jefri Panjaitan.

“Saya pikir-pikir,” jawab singkat Jefri dengan keadaan mata berkaca-kaca.

Diketahui, ke empat terdakwa oknum polisi yang bertugas di Polsek Medan Area, yakni, Bripka Jenli Damanik, Aiptu Jefri Panjaitan, Brigadir Akhiruddin Parinduri, Aiptu Arifin Lumbangaol, dan masyarakat sipil Dedi Pane.a

Mereka didakwa JPU Artha Sihombing, melakukan tindakan pemerasan pada Selasa 26 Maret 2019. Saat itu, terdakwa Arifin Lumbangaol datang ke Jalan Mamia Bromo Medan bertemu dengan terdakwa Akhiruddin Parinduri bermaksud untuk melakukan penangkapan terhadap target pelaku narkoba.

Para terdakwa meminta uang tebusan kepada orangtua tersangka Irfandi, yang ditangkap atas kasus narkotika. Dari Rp50 juta yang diminta terdakwa, M Rusli orangtua tersangka hanya menyanggupi Rp20 juta dan meminta tidak diproses hukum.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan