Pariwisata Berperan Dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa

(Ist)
MEDAN, Waspada.co.id – Keberadaan sektor pariwisata telah mengambil peran penting dalam pembangunan perekonomian bangsa-bangsa di dunia. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kesejahteraan ekonomi bangsa-bangsa di dunia yang semakin baik dan maju.

Demikian dikatakan Kadis Pariwisata Sumut dr Ria Novida Telaumbanua Mkes, dalam kegiatan Forum Grup Discussion (FGD) Geopark Kaldera Toba di Parapat beberapa waktu lalu. Dirinya juga mengakui jika kemajuan dan kesejahteraan yang makin tinggi telah menjadikan pariwisata sebagai bagian pokok dari kebutuhan atau gaya hidup manusia.

“Pergerakan jutaan manusia selanjutnya menggerakkan mata rantai ekonomi yang saling berkaitan menjadi industri jasa yang memberikan kontribusi penting bagi perekonomian dunia, perekonomian bangsa-bangsa hingga peningkatan kesejaheraan ekonomi tingkat masyarakat lokal,” katanya.

Dikatakan, bagi bangsa Indonesia pembangunan pariwisata juga memiliki kontribusi yang signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional sebagai instrumen peningkatan perolehan devisa. Sementara itu, dari perspektif pembangunan sumber daya manusia, pariwisata mempunyai potensi untuk dijadikan instrumen dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar destinasi pariwisata.

“Dengan demikian, pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan saja kesejahteraan material dan spiritual, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesejahteraan kultural dan intelektual. Dilihat dari persepektif bangsa yang lebih luas, pariwisata mempunyai potensi yang jauh lebih besar dan juga lebih mulia, yaitu dapat meningkatkan kualitas hubungan antar manusia dan antarbangsa sehingga terjalin saling pengertian yang lebih baik, sikap saling menghargai, persahabatan, solidaritas bahkan perdamaian,” katanya.

Saat ini, kata Ria, Indonesia sedang menelurkan konsep pariwisata berbasis geopark, mengingat Indonesia keseluruhan provinsi memiliki aspek geologi, yang dapat dijadikan geotourism, untuk itu telah dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2019 tentang Pengelolaan Geopark di Indonesia. Tujuan pengembangan geopark Indonesia yakni mengoptimalkan kinerja pengembangan kawasan geopark Indonesia, mendorong pengembangan kawasan geopark yang berkualitas, dan melakukan pembinaan, monitoring evaluasi dan pengendalian program.

“Sementara itu, untuk sasaran program terwujudnya sistem tata kelola dan kelembagaan nasional, terwujudkan kawasan geopark yang memenuhi standar nasional dan internasional (berkualitas, meningkatnya pencapaian target SDGs khususnya kemiskinan,” ujarnya. Fenomena gunung berapi super menciptakan struktur geologi yang unik di daerah Geopark Kaldera Toba. Setiap wilayah dan geosite memiliki karakteristiknya sendiri.

Berikut adalah 16 geosite di Geopark Kaldera Toba dan karakteristik geologisnya, di antaranya Sipisopiso-Tongging (dinding kaldera utara), Silahi-Sabungan (dinding kaldera Barat), Haranggaol (Tembok Kaldera Utara), Sibaganding-Parapat (Hutan Monyet dan batu kapur).

Berikutnya, Taman Eden (dinding kaldera timur), Balige-Liang Sipige-Meat (dinding kaldera Selatan), Uluan-Situmurun (blok miring), Hutaginjang-Muara (dinding kaldera selatan), Muara-Sibandang, (kerucut gunung berapi), Sipinsur-Baktiraja (dinding kaldera selatan), Bakkara-Tipang (dilas Tuff Toba), Tele-Pangururan, Hutatinggi-Sudihoni (sedimen Lacustrine) Simanindo-Batu Hoda (Kebangkitan Samosir), Ambarita-Tuktuk-Tomok (Kubah Dacitic). (wol/mrz/pel)

Editor: SASTROY BANGUN