_
Home / Warta / Politik / OSO Singgung Ada Pengkhianat Pindah ke Partai Lain
Oesman Sapta Odang./liputan6.com

OSO Singgung Ada Pengkhianat Pindah ke Partai Lain

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyinggung konflik internal yang pernah menimpa partai pada awal 2018 silam, ketika membuka Musyawarah Nasional Partai Hanura ke-III di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (17/12)

OSO menyebut para mantan kader Partai Hanura yang menyebabkan konflik itu sebagai penghianat karena ingin merusak partai. OSO tak menyebut nama yang dia anggap penghianat.

“Kita masih ingat jelang Pemilu 2019, partai kita diterjang oleh badai politik yang dahsyat, sebuah partai yang terbangun oleh riak-riak oleh orang-orang yang pernah dibesarkan partai. Kini Para penghianat itu gagal hingga di pengadilan, kemudian mereka pindah ke partai lain,” kata OSO.

Hanura diterpa konflik pada 2017, saat Wiranto menyerahkan jabatan ketua umum kepada OSO. Transisi kekuasaan itu memicu keluarnya mosi tak percaya dari 27 pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Hanura pada akhir 2017.

Peristiwa itu berbuntut panjang. Hanura terbelah dua. Kubu yang dipegang oleh OSO (kubu Manhattan), dan kubu yang dipegang oleh mantan Sekretaris Jendral Hanura, Syarifuddin Sudding (kubu Ambhara).

Kedua kubu saling menggelar pertemuan dan saling memecat ketua umum dan sekjen. Saat ini, banyak eks kader Hanura dari kubu Sudding sudah berpindah ke partai politik lain. Sudding sendiri pindah ke PAN. Sementara loyalis Sudding lainnya seperti Dadang Rusdiana pindah ke NasDem.

OSO mengaku bersyukur badai konflik Hanura sudah berlalu. Hanura juga berhasil menempatkan banyak kadernya di kursi legislatif daerah di Pemilu 209.

Ia merinci setidaknya sebanyak 807 kader Hanura menduduki kursi legislatif tingkat kabupaten/kota maupun provinsi di seluruh Indonesia.

“Orang-orang yang mengganggu dan merusak rumahnya sendiri telah pergi dari partai. Ada kadang orang ingin mengambil dan ingin merusak Partai Hanura. Bolehkah dia rusak? Tidak boleh,” kata OSO.

Munas Hanura ke-III di Hotel Sultan, Jakarta, berlangsung dari 17 hingga 19 Desember. Salah satu agenda Munas Hanura adalah pemilihan ketua umum dan pengurus partai.

OSO menjelaskan alasan Munas Hanura kali ini tak mengundang tokoh-tokoh politik dari luar partai, termasuk Presiden Jokowi. Ia menyatakan Munas Hanura tahun ini dimaksudkan agar para kader melakukan introspeksi dan evaluasi untuk menuju kerja-kerja partai berikutnya.

“Jadi Munas III hanya mengundang kader-kader Hanura saja,” kata OSO. (cnnindonesia/ags/data3)

Check Also

Presiden Xi Jinping Telepon Jokowi, “China Yakin Bisa Atasi Corona”

BEIJING, Waspada.co.id – Presiden China Xi Jinping dilaporkan menelepon Presiden Jokowi pada Selasa malam (11/2) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.