Kurang Gerak dan Terlalu Lama Duduk, Awas Penyakit ini Mengintai!

Ilustrasi

Waspada.co.id – Berapa lama Anda duduk dalam sehari? Anda boleh menghitungnya lagi dan memprediksi penyakit apa saja yang dapat menyerang Anda jika duduk terlalu lama.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menemukan, rata-rata orang menghabiskan seluruh waktunya dalam sehari dengan duduk. Beragam kegiatan dilakukan sembari duduk, mulai dari menonton televisi, bekerja di depan komputer, atau melakukan kegiatan fisik nonaktif lainnya.

Padahal, terlalu lama duduk dan tak bergerak dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Nyeri punggung menjadi masalah kesehatan umum yang dirasakan akibat terlalu lama duduk.

Mengutip situs kesehatan WebMD, berikut beberapa risiko penyakit yang mengintai akibat kebiasaan tak banyak bergerak itu.

1. Diabetes
Kebiasaan jarang bergerak memiliki konsekuensi terhadap risiko 30 penyakit kronis, salah satunya adalah diabetes.

Penelitian yang dilakukan tahun 2010 lalu menunjukkan bahwa berjalan kurang dari 1.500 langkah per hati atau duduk dalam waktu yang lama tanpa mengurangi konsumsi kalori dapat meningkatkan resistensi insulin yang menyebabkan diabetes tip-2.

2. Penyakit jantung
Selain diabetes, jarang bergerak juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 147 persen.

Sebuah studi membandingkan dua kelompok pekerjaan, pengemudi yang hampir duduk sepanjang hari dan konduktor yang lebih jarang duduk. Hasilnya, meski keduanya memiliki gaya hidup yang mirip, namun pengemudi memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena penyakit jantung.

3. Obesitas
Orang yang duduk terlalu lama memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kegemukan atau obesitas. Pasalnya, hanya sedikit kalori yang berhasil terbakar saat seseorang duduk terlalu lama.

Studi yang dipublikasikan di National Center for Biotechnology Information (NCBI) menunjukkan bahwa orang yang mengalami kegemukan dan obesitas rata-rata duduk dua jam lebih lama dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal.

4. Varises
Duduk terlalu lama dapat mengganggu peredaran darah menuju jantung. Akibatnya, darah akan berkumpul di pembuluh darah kaki dan membengkak sehingga menyebabkan varises.

5. DVT (Deep Vein Thrombosis)
Selain varises, duduk terlalu lama juga bisa menyebabkan deep vein thrombosis atau trombosis vena dalam. Nama terakhir merupakan kondisi ketika terjadi penggumpalan darah di pembuluh vena dalam sehingga menimbulkan bengkak dan kemerahan.

Selain menimbulkan nyeri di daerah yang mengalami pembengkakan, DVT juga bisa menyebabkan masalah yang serius pada sistem pernapasan apabila gumpalan darah bergerak ke paru-paru dan menyumbat emboli paru.

6. Osteoporosis
Orang tua yang kurang bergerak berisiko osteoporosis atau pengeroposan tulang lebih dini. Akibatnya, Anda akan sulit untuk melakukan aktivitas, termasuk yang paling sederhana sekalipun seperti berjalan ke kamar mandi.

Tips Tetap Sehat Meski Duduk Lama

Meski duduk terlalu lama tak dianjurkan, namun beberapa orang yang tak punya pilihan. Beberapa pekerjaan mengharuskan seseorang untuk duduk di depan komputer dalam waktu yang lama.

Untuk menghindari penyakit akibat terlalu sering duduk, Anda dapat melakukan tips berikut, mengutip situs kesehatan Mayo Clinic.

1. Istirahat setiap 30 menit sekali untuk melakukan peregangan.

2. Berdiri saat menonton televisi atau menelepon.

3. Coba lah untuk menggunakan standing desk, meja yang tinggi, atau counter.

4. Gunakan gelas kecil, sehingga Anda akan lebih sering bergerak untuk mengisi air saat di tempat kerja.

5. Ketika hendak ke toilet, pilih toilet yang letaknya lebih jauh.

Lima cara di atas dapat membantu Anda tetap sehat meski harus duduk dalam waktu yang lama seharian. (cnnindonesia.com/data3)