Kuliah Umum UNPRI Dihadiri Ribka Tjiptaning

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar Kuliah Umum Perdana bagi mahasiswa program doktor ilmu kedokteran, guna menandai dibukanya Program Studi (Prodi) S3 Ilmu Kedokteran UNPRI, Sabtu (30/11) lalu.

Kuliah umum yang mengusung tema Penguatan Peran Lulusan Magister dan Doktor dalam Pembangunan Kesehatan Masyarakat ini, menghadirkan salah seorang tokoh nasional yaitu dr Ribka Tjiptaning yang merupakan anggota DPR RI dari Komisi IX sebagai narasumber.

Kuliah umum ini dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Baskami Ginting, Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE, Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Prima Indonesia Dr dr I Nyoman E. Lister, Ketua BPH Yayasan Perguruan Tinggi Prima Indonesia Dr Tommy Leonard SH M.Kn, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Gintip beserta jajarannya para dekan di lingkungan UNPRI serta mahasiswa Program Magister Kesehatan.

Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting M.Kes dalam sambutannya menyampaikan rasa sukacita dan kegembiraan karena telah beroperasinya Prodi S3 Ilmu Kedokteran di UNPRI, yang merupakan satu-satunya Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Wilayah I Sumatera Utara (Sumut).

Rektor juga menyampaikan, bahwa ini merupakan investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan yang berperan sebagai Pusat Intelektual dengan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kesehatan sebagai perumus kebijakan, pelaksana kebijakan dan pelaksana Monev atas kebijakan tersebut.

“Diharapkan para alumni dari program doktor maupun magister kesehatan UNPRI dapat berperan dan berkontribusi dalam penguatan pendidikan kesehatan terkhusus di Kota Medan,” harap Chrismis Novalinda Ginting.

Sementara itu anggota DPR RI dari Komisi IX dr Ribka Tjiptaning atau yang akrab disapa dengan Mba Ning ini menyampaikan, bahwa dirinya sangat senang diundang sebagai narasumber dalam kuliah umum ini. Pada kesempatan itu, dia menyampaikan agar peran dunia pendidikan terkhusus bidang kesehatan dalam hal ini para dokter agar jangan bersifat monoton, tetapi juga mengikuti perkembangan yang ada termasuk perkembangan politik yang terjadi.

“Sehingga nantinya akan menciptakan pelayanan kesehatan berlandaskan Pancasila. Di mana para dokter nantinya memberikan pelayanan kesehatan dengan setulus hati tanpa memilih-milih pasien dan tidak menjadikan profesi dokter sebagai bisnis, tetapi merupakan bentuk pengabdian dan melayani masyarakat,” tukasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN