_
Home / Warta / Politik / Komisi III Tanggapi Komentar Mahfud soal Masukan Hukuman Mati Koruptor ke RKUHP
Desmon J Mahesa (Foto: Okezone)

Komisi III Tanggapi Komentar Mahfud soal Masukan Hukuman Mati Koruptor ke RKUHP

agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mewacanakan hukuman mati bagi koruptor dimasukan dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum (RKUHP).

Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa menilai wacana Mahfud tersebut bisa-bisa saja dilakukan. Namun, diperlukan keseragaman antara pemerintah dengan DPR.

“Kalau secara prinsip perundang-undangan apa yang enggak bisa? Tapi apakah DPR setuju enggak? Memangnya pemerintah bisa paksa DPR? Ya enggak juga. Sikapnya nantinya kita lihat, maunya Mahfud apa?,” kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Namun, Desmond menilai statment yang dilontarkan oleh Mahfud dianggapnya terlalu over. Malah dia memberikan saran agar statment Mantan Ketua MK itu agar tidak merugikan pemerintah.

“Ya ini statmennya. Yang menurut saya over, harusnya minta apa kek. Wajah sejuklah hari ini, jangan terlalu banyak hal-hal yang tidak produktif merugikan pemerintahan Pak Jokowi,” tutur Desmond.

“Kalau namanya Pak Mahfud MD mulutnya hari ini sama tindakan berbeda tahun depan. Nanti saja, Mahfud enggak usah dinilailah, kasihan Pak Jokowi,” imbuhnya.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan hukuman mati terhadap narapidana koruptor bisa saja dilakukan jika masyarakat berkehendak dan dapat disampaikan ke DPR RI.

Jika masyarakat menghendaki adanya hukuman mati kepada koruptor, Mahfud MD menyatakan bisa diselipkan dalam undang-undang hukum pidana tersebut.

“Kalau mau diterapkan sebenarnya undang-undangnya sudah ada kan begitu kata Pak Jokowi. Tapi kalau ingin lebih tegas lagi, bahwa hukuman mati harus diberlakukan kepada koruptor, itu bisa diselipkan di dalam rancangan kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang sekarang sedang kita bahas lagi,” tutur Mahfud.

Check Also

ICW: Ada Inkonsistensi Hukuman Bagi Koruptor

JAKARTA, Waspada.co.id – Peneliti ICW Tama Langkun, menyebut ada inkonsistensi hukuman terhadap koruptor. Sebab, pernyataan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.