Komisi III Sebut Capaian Program Dispar Stagnan

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi III DPRD Medan mempertanyakan berapa total serapan anggaran P-APBD 2019 oleh Dinas Pariwisata Kota Medan. Sebab jika di kroscek satu persatu kegiatan yang sudah berlangsung di dinas tersebut, tidak signifikan mendatangkan wisatawan ke ibukota Provinsi Sumut.

“Kita tahu di negara-negara maju, pariwisata adalah sumber pendapatan terbesar. Apa rencana Dispar ke depan untuk meningkatkan wisatawan ke Kota Medan? Kemudian apa indikator acara yang sudah berjalan itu sukses? Kalau memang nggak ada, bisa kita buat acara lainnya yang bisa meningkatkan pariwisata kita,” sebut Edward Hutabarat pada rapat dengar pendapat yang berlangsung di ruang Komisi III DPRD Medan, Selasa (3/12).

Selanjutnya Edward menanyakan bagaimana strategi Dispar Medan untuk meningkatkan daya kunjung ke hotel-hotel yang ada di Medan, mengingat sekarang ini semua pemesanan tiket perjalanan dan penginapan dilakukan secara online.

“Medan punya daya tarik yang luar biasa. Bagaimana memaksimalkan ciri khas Medan ini untuk menarik wisatawan? Kedua situs-situs yang ada di Medan hilang. Daerah lain sangat peduli dengan heritage. Kenapa kita tidak bisa seperti mereka,” tambah dewan lainnya Rudiawan Sitorus mempertanyakan.

Wakil Ketua Komisi III yang sekaligus pimpinan rapat, Abdul Rahman, mempertanyakan ide apa yang akan dilakukan Dispar ke depan yang bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena selama ini kegiatan yang dilaksankan dinas terkait cukup standart atau biasa saja.

Advertisement

Dalam rapat yang dihadiri anggota Komisi III yakni Netty Yuniati Siregar, Hendri Duin, Siti Suciati, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan, T Edriansyah Rendy, Edward Hutabarat, Irwansyah, Kepala Dinas Pariwisata Medan Agus Suriyono menjelaskan bahwa pihak hanya mampu menyerap anggaran 2019 sebesar 53,95 persen. Hal itu disebabkan adanya kegiatan yang secara fisik sudah dilaksanakan, tapi pembayaran masih dalam tahap proses.

“Ada juga beberapa kegiatan yang kita tunda. Jadi diperkirakan sampai akhir tahun anggaran, hanya terserap 70 persen saja. Kita juga bertanggung jawab membranding Kita Medan agar wisatawan banyak datang ke Kota Medan. Kegiatan kami multiflayer efek, yang punya daya siar sampai dengan luar negeri. Ini menjadi momentum kita untuk mempromosikan Kota Medan. Salah satunya bersepeda mengelilingi heritage Kota Medan,” jelasnya menjawab pertanyaan yang diajukan.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, bulan Desember ini pihaknya akan mengundang wartawan dan travel agen dari luar dan dalam negeri. Tujuannya untuk memperkenalkan Kota Medan.

“Secara branding Kota Medan, Dispar sudah membuat kegiatan yang merangsang promosi Kota Medan. Mungkin bapak dan ibu anggota dewan pernah dengar Tarian Ahoi? Dengan memanfaatkan media sosial, tahun depan kita rencana kan kejuaraan nasional,” terangnya.

“Tarian Ahoi ini merupakan senam yang berasal dari tarian multi etnik yang ada di Sumut. Menjawab pertanyaan berikutnya terkait indikator capaian program kami, kita sudah melibatkan influencer. Youtuber, selebgram dan lainya,” pungkasnya.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN