Ketua Parlemen Beri Izin Proses Pasal Pemakzulan, Trump Yakin Menang

Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat Nancy Pelosi (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (Reuters)
Iklan

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ia akan menang jika ia dikenakan pasal pemakzulan oleh Partai Demokrat. Hal ini diungkap Trump setelah Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat Nancy Pelosi memberikan lampu hijau agar partainya memasukkan tuntutan pasal pemakzulan kepada Trump.

Menanggapi hal ini, Trump memberi cuitan panjang, Menurutnya, pasal pemakzulan yang sangat jarang digunakan, bisa makin sering dilakukan untuk menyerang presiden berikutnya.

“Bukan hal itu yang diinginkan oleh para pendiri bangsa. Kabar baiknya, Partai Republik saat ini tengah solid. Kami akan menang!”

Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat Nancy Pelosi sebelumnya meminta partainya untuk menyusun pasal pemakzulan.

iklan

Tuntutan pemakzulan ini dibuat berdasarkan dugaan bahwa Trump telah menyalahgunakan jabatannya. Ia disebut telah dengan menekan Ukraina untuk menjatuhkan salah satu lawan utamanya pada pemilu tahun depan, seperti dikutip AFP.

Pasal pemakzulan ini diperkirakan akan diloloskan di Dewan Perwakilan yang dipimpin Demokrat. Namun, bisa saja pasal ini dihadang oleh Senat yang mayoritas dipegang oleh Republik. Mereka kemungkinan akan membela Presiden dan mendorong percepatan kasus karena masa kampanye pemilihan umum 2020 makin dekat.

Beberapa saat kemudian, Trump kembali melontarkan cuitan yang menyudutkan Pelosi.

“Nancy Pelosi gugup. Dia benci bahwa kita akan segera memiliki 182 hakim baru yang hebat dan banyak lagi. Pasar Saham dan catatan pekerjaan. Dia bilang dia “berdoa untuk Presiden.” Aku sama sekali tidak percaya padanya. Mungkin sebaiknya (Anda) membantu para tunawisma di distrik Anda, Nancy. USMCA?”

UCMA adalah United States-Mexico-Canada Agreement (kesepakatan AS-Meksiko-Kanada) yang menjadi sumber perseteruan Trump dan Pelosi, seperti ditulis CNN.

Sebelumnya, Trump juga sudah membuat cuitan kasar, “Demokrat Kiri Radikal baru saja mengumumkan bahwa mereka akan berusaha untuk memakzulkan saya tanpa dasar.”

Menanggapi keputusan ini, juru bicara pers Gedung Putih Stephanie Grisham lewat cuitannya menyebut kalau Pelosi dan Partai Demokrat mestinya malu.

Sebab, Donald Trump tak melakukan apapun selain memimpin negeri ini dan menghasilkan ledakan ekonomi, menyediakan lebih bayak pekerjaan dan militer yang lebih kuat, untuk menyebut beberapa keberhasilannya.

Dalam bukti pemakzulan yang diajukan, Trump dianggap telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan penyuapan dan menimbulkan kekacauan kongres.

Ia pun dianggap melakukan kekacauan peradilan berdasarkan bukti dari investigasi mantan wartawan Robert Mueller yang mengungkap campur tangan Rusia pada pemilu AS 2016. (cnn/data2)

Iklan