Gubsu Minta Kondisi Jalan Nasional Diperhatikan

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

KUALANAMU, Waspada.co.id – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (5/12). Kunker dalam rangka peninjauan infrastruktur dan transportasi, khususnya melihat kesiapan angkutan menyambut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Kunker diawali dengan pertemuan bersama Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi di Auditorium Danau Toba Perkantoran Angkasa Pura II Kualanamu International Airport (KNIA). Edy meminta dan menyampaikan harapan agar kunker Komisi V DPR yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V Syarif Abdullah Alkadrie juga memperhatikan kondisi jalan nasional di Sumut.

“Kami mohon perhatian dengan kehadiran bapak dan rombongan, kalau kebutuhan jalan ini memang bukan hanya karena Natal dan Tahun Baru, tetapi manfaatnya berkepanjangan dan efeknya berdampak ke banyak sektor, mulai ekonomi, sosial, pariwisata, dan lainnya,” ujar Edy.

Selanjutnya, Edy mengatakan bahwa Sumut merupakan wilayah yang luas dengan jumlah 33 kabupaten/kota. Disebutkan, pembangunan bandara di Mandailing Natal (Madina) pasti sangat membantu dan memudahkan mobilitas.

Perihal kesiapan menyambut Natal dan Tahun Baru, Gubsu menjelaskan Pemprovsu telah menyiapkan 27 pos di kabupaten/kota, khususnya daerah-daerah mayoritas penduduk Nasrani. Pos tersebut untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan atau arus lalu-lintas saat libur Natal dan Tahun Baru pada 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020.

iklan

“Dengan kehadiran rombongan Komisi V di Sumut untuk meninjau kesiapan, tentunya membantu kami mengevaluasi kekurangan dan yang perlu dipersiapkan. Sehingga nanti, mobilisasi saudara-saudara kita yang ingin berlibur dan aktivitas keagamaan bisa berjalan lancar,” harap Edy.

Syarif Abdullah menjelaskan kunker dilaksanakan sebagai salah satu tugas fungsi kedewanan dan pengawasan. Menanggapi harapan Gubsu, Syarif menyebut Komisi V DPR RI akan mendukung pembangunan jalan nasional di Sumut. Begitupun pembangunan bandara di Madina.

“Pembangunan bandara itu sudah masuk di Kementerian Perhubungan dan Komisi V sebagai mitra. Hal yang baik tentu akan didukung. Setelah kembali ke Jakarta, mungkin ini menjadi catatan-catatan yang kita bawa pulang,” ucap Syarif.

Kepala Kantor Otoritas Bandara Udara Wilayah II, Bintang Hidayat, memaparkan sebaran lokasi pemantauan mencakup KNIA, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang, dan Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh.

Menurut Bintang, ada beberapa strategi yang akan diambil untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru yakni meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas navigasi penerbangan, fasilitas keamanan penerbangan, memantau tren penumpang, dan melaksanakan instruksi Dirjen Perhubungan Udara. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan