Gubsu: Keberagaman Warnai Demokrasi

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (Rakorwil PKS) Sumut Tahun 2019 di Hotel Emerald Garden Medan, Sabtu (28/12).

Rakorwil yang mengusung tema ‘Semakin Kokoh Melayani Rakyat Sumut’ dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid. Pada kesempatan itu, Gubsu menyampaikan agar PKS senantiasa menjaga idealisme dalam berpolitik dan turut mewarnai demokrasi bangsa.

“Saya sudah kenal PKS sejak lama, semoga tetap menjadi partai yang menjunjung nilai-nilai ke-Islaman. Bukan malah berubah dan menyamakan diri seperti partai lain. Karena, keberagaman itu lah yang mewarnai demokrasi. Kalau semua partai sama, bukan demokrasi lagi,” katanya.

Edy kemudian mengingatkan bahwa PKS merupakan milik umat dan kepentingannya pun harus menyasar kepada kemaslahatan umat. Tidak hanya umat muslim, tetapi juga seluruh umat yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan.

“Banyak umat yang bernaung di bawah PKS, semoga amanah ini bisa dijaga oleh PKS,” tutur Edy.

Selanjutnya, Gubsu berharap Rakorwil bisa berjalan dengan lancar. Dapat melahirkan program-program yang memberikan banyak manfaat khususnya untuk rakyat Sumut dan Indonesia secara keseluruhan. Kemudian, menjadi momentum untuk mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengingatkan kembali para anggota PKS Sumut bahwa komitmen yang harus dipegang dan diperkuat adalah perkokoh pelayanan terhadap umat dan bangsa.

“Caranya tetap istiqamah dengan ke-Islaman, kebangsaan, keumatan, kemanusiaan dan sikap politik. Jangan mau dipecah belah, melainkan konsisten dengan nilai-nilai yang kita pegang selama ini. Jadi lah partai yang menyebar rahmat,” ucap Hidayat yang juga Wakil Ketua MPR.

Kemudian, Hidayat juga menyinggung bahwa PKS merupakan Indonesia itu sendiri. Artinya, juga menjungjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan rasa nasionalisme. Tidak ada dualisme dalam hal tersebut.

“Sepanjang sejarah perpolitikan PKS, telah khatam dalam merangkul nilai-nilai toleransi, kebersamaan, inklusivitas, dan diterima di seluruh komponen bangsa,” jelas Hidayat. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL