Fadli Zon Tak Jadi Jubir Gerindra, Prabowo Bilang Begini

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membantah anggapan bahwa Fadli Zon tak ditunjuk sebagai juru bicara khusus Gerindra karena kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Saat ini, Prabowo bergabung dalam kabinet pemerintahan Jokowi sebagai Menteri Pertahanan. Selain itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Eddy Prabowo menduduki Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Enggak, kan itu ada tour of duty pergantian, biasa itu,” kata Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/12).

Namun, Prabowo tak menjelaskan lebih lanjut terkait alasan tidak menunjuk Fadli sebagai juru bicara resmi partai berlambang kepala burung garuda itu. Fadli diketahui menjabat sebagai wakil ketua umum Gerindra.

Selain Fadli, Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono juga tak ditunjuk sebagai juru bicara khusus Gerindra.

Sebelumnya, Prabowo resmi menunjuk lima kadernya sebagai juru bicara khusus Partai Gerindra. Tujuan penunjukan itu agar masyarakat bisa mendapatkan informasi resmi terkait sikap politik Partai Gerindra.

Kelima kader Gerindra yang ditunjuk sebagai jubir khusus itu yaitu Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, Ketua DPP Gerindra Habiburakhman serta dua Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Sugiono.

“Untuk memudahkan rekan-rekan media mendapatkan informasi sikap resmi partai Gerindra,” kata Sufmi Dasco Ahmad dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (6/12).

Dasco mengatakan penunjukan jubir khusus ini akan dievaluasi secara berkala oleh Prabowo. Ia menyatakan jumlah tersebut bisa berubah sesuai kebutuhan yang diperlukan partai.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan partai tak memiliki hak untuk melarang kader yang bukan berstatus sebagai juru bicara khusus untuk bicara sesuai porsinya.

Menurutnya, para kader non-jubir khusus itu memiliki kewenangan untuk sekadar bicara di komisi terkait atau mewakili daerah pemilihannya (dapil) masing-masing.

“Ya, di luar dari [jubir khusus] itu kami enggak punya hak untuk melarang, karena mereka sesungguhnya punya kewenangan untuk bicara di komisinya, untuk bicara di dapilnya,” kata Muzani.

Fadli pun telah menjelaskan terkait dirinya tak dipilih menjadi juru bicara khusus Gerindra oleh Prabowo. Fadli mengatakan sebelumnya ia sudah berpengalaman sebagai juru bicara Prabowo maupun Gerindra.

Sementara itu Arief menyatakan kelima juru bicara khusus Gerindra itu bertugas untuk mengamankan Prabowo dari berbagai ‘serangan’. Tak hanya mengamankan Prabowo, jubir dimaksudkan bertugas untuk mengamankan pemerintahan Joko Widodo. (cnnindonesia/ags/data3)