_
Home / Sumut / Dukung Produksi Pertanian, Pemprovsu Sudah Rehab 23 Daerah Irigasi
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Dukung Produksi Pertanian, Pemprovsu Sudah Rehab 23 Daerah Irigasi

MEDAN, Waspada.co.id – Sepanjang tahun 2019, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah merehabilitasi infrastruktur pada 23 daerah irigasi dengan total luasan layanan mencapai 26.556,52 Hektar (Ha) di 14 kabupaten/kota.

Kegiatan peningkatan fungsi layanan jaringan irigasi ini dalam upaya mendukung peningkatan produksi pertanian Sumut. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Hj R Sabrina didampingi Kadis Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sumut Luas Alfi Syahriza di Medan.

Saat ini, layanan irigasi yang menjadi kewenangan Provinsi Sumut sebesar 86.999 Ha yang terdiri atas 76 daerah irigasi. Kriteria pembagian tanggung jawab pemerintah daerah provinsi untuk pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi yang didasarkan pada keberadaan jaringan irigasi serta strata luasan jaringan daerah irigasi yang luasnya 1.000-3.000 Ha sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2015.

Alfi menambahkan kegiatan lainnya yang dilaksanakan adalah rehabilitasi atau perbaikan dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan pengamanan sungai/pantai. Wilayah sungai kewenangan Pemprov (Wilayah Sungai Lintas Kabupaten/Kota) meliputi WS Wampu Besitang, WS Bah Bolon, WS Kualuh Barumun, WS Pulau Nias, WS Sibundong-Batang Toru, dan WS Batang Angkola Batang Gadis.

Tahun 2019, Pemprovsu di bawah pimpinan Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah telah melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan pengamanan pada 30 sungai/pantai yang tersebar di 29 kabupaten/kota. Dengan total pengamanan dan pengendalian daya gerus dan daya rusak air sepanjang 8.032 meter.

Pemprovsu juga melaksanakan pengelolaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk pemenuhan air bersih masyarakat di Deliserdang, Langkat, Padang Lawas, Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Humbahas. Selain itu, pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PKL di Pusat Pasar Sidikalang dan pembangunan IPAL Komunal pada KSP di Kota Pematangsiantar.

Lebih jauh lagi, Pemprovsu melaksanakan pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai lintas daerah di lima kabupaten/kota. Penataan Permukiman Kawasan Strategis Provinsi dilaksanakan di Deliserdang, Simalungun, Asahan, Tanjungbalai, dan Humbahas.

Tahun ini juga dilaksanakan Bantuan Teknis RDTR dan Peraturan Zonasi Kawasan Perkotaan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Samosir, dan Asahan. Lalu, Penyusunan RTR Kawasan Strategis Religi dan Situs Bersejarah di Kabupaten Palas dan Paluta, penyusunan RTR Kawasan Strategis Provinsi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, Kawasan Labuhan Angin-Sibolga serta penyusunan RTR Kawasan Strategis Provinsi Kawasan Ekosistem Lauser dan Bahorok. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Sabrina Tertarik Pelajari Pengelolaan Sampah dari Malaysia

MEDAN, Waspada.co.id – Produksi sampah di Sumatera Utara yang mencapai 10.091 ton/hari atau 3.683.135 ton/tahun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.