Dukung Brexit, AS Siap Bekerja sama dengan Inggris meski Tinggalkan Uni Eropa”

PM Inggris Boris Johnson (AFP)
Iklan

WASHINGTON, Waspada.co.id – Amerika Serikat (AS) menyatakan siap menjalin hubungan kerja sama independen dengan Inggris setelah negara kerajaan itu keluar dari Uni Eropa.

Gerakan Inggris yang dikenal istilah British Exit atau Brexit itu sudah dipastikan oleh kemenangan Perdana Menteri Boris Johnson dalam pemilu parlemen pada Kamis (12/12).

“AS berkomitmen untuk berbagi agenda global US-UK, termasuk memperluas hubungan ekonomi dengan mencapai perjanjian perdagangan bebas dengan UK setelah secara resmi menarik diri dari Uni Eropa,” ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Morgan Ortagus.

AS sebelumnya sudah menjadi pendukung Brexit sebagai penegasan kedaulatan Inggris. Meski begitu kesepakatan apapun dapat menghadapi rintangan di kongres di mana anggota parlemen menginginkan jaminan Brexit dan penetapan ulang perbatasan tidak membahayakan perdamaian rapuh di Irlandia Utara.

Trump sempat memuji kemenangan Johnson yang dikatakan menjadi peluang untuk tahun depan, Jumat (13/12).

iklan

Pendekatan Trump berbeda dari Presiden AS sebelumnya, Barack Obama, yang memperingatkan sebelum pemungutan suara Brexit pada 2016 bahwa Inggris bakal ditempatkan ‘di belakang dalam antrean’ jika meninggalkan Uni Eropa.

Pada pemilu parlemen, partai Konservatif yang dipimpin Johnson mendapatkan suara mayoritas, yakni 342 kursi dari total 650 kursi parlemen. Johnson mengatakan hasil pemilu menjadi kesempatan masyarakat mengeluarkan Inggris dari kebuntuan politik dan ketidakpastian.

Presiden Uni Eropa Charles Michel mengatakan pihaknya siap pada Brexit. Uni Eropa telah setuju Brexit diundur menjadi pada akhir Januari 2020. (cnn/data2)

Iklan