BPK Sumut Lakukan Pemantauan Hasil TLRHP

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Sumatera Utara melakukan pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan (TLRHP) pada 34 pemerintah daerah (Pemda) dan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Sumut.

Berdasarkan dari pemeriksaan tersebut, Kabupaten Labuhanbatu Utara meraih tingkat penyelesaian TLRHP tertinggi sebesar 95,81 persen. Diikuti oleh Kabupaten Tapanuli Utara 94,16 persen dan Kabupaten Humbang Hasundutan 94,11 persen.

Kepala Perwakilan BPK Sumut, VM Ambar Wahyuni, menuturkan sesuai hasil tindak lanjut atas rekomendasi BPK per 6 Desember 2019 pada Pemprov/Kabupaten/Kota se-wilayah Provinsi Sumut, terdapat total rekomendasi sejumlah 24.321.

“Telah kita tindaklanjuti sesuai rekomendasi sebanyak 19.573, belum sesuai dan dalam proses TL sebanyak 4.233, belum ditindaklanjuti sebanyak 387 dan tidak dapat ditindaklanjuti sebanyak 128,” tuturnya di Medan, Selasa (17/12).

Dan Pemda dengan tingkat penyelesaian tindak lanjut terendah adalah pemerintah Kabupaten Nias Barat dengan tingkat persentase tindak lanjut 62,22 persen.

“Selain pemantauan TLRHP, kami juga melakukan pemantauan atas penyelesaian kerugian daerah yang dilaksanakan pada 34 Pemda di Provinsi Sumut. Dengan tujuan mengetahui keberadaan dan pelaksanaan tugas majelis TP/TGR, mengetahui posisi kasus kerugian daerah per 11 Oktober 2019 yang telah ditetapkan SK pembebanannya, sedang dalam proses pembebanan,”katanya.

Sesuai hasil pemantauan kerugian daerah per 11 Oktober 2019 pada Pemprov/Kabupaten/Kota se-wilayah Provinsi Sumut, terdapat total kerugian sebanyak 20.338 kasus dan telah lunas sebanyak 14.192 kasus dan sisa sebanyak 6.920 kasus.

“Peringkat penyelesaian kerugian daerah tertinggi di raih Kabupaten Humbang Hasundutan yakni sebesar 84,32 persen diikuti Kabupaten Labuhanbatu Utara 79,09 persen dan Kabupaten Tapanuli Utara 75,61 persen. Sedangkan, Pemda dengan tingkat penyelesaian kerugian daerah terendah adalah pemerintah Kabupaten Batubara dengan tingkat persentase 12,98 persen,” tandasnya.(wol/eko/data3)

Editor: SASTROY BANGUN