“Teroris Bom Polrestabes Medan Miliki Jaringan Cukup Besar”

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, mengungkapkan para teroris yang ditangkap Densus 88 terlibat bom Polrestabes Medan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif.

“Saat diinterogasi, sebagian besar dari para tersangka itu tak bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya, tidak hapal Pancasila dan ditanya cinta Indonesia, mereka diam aja,” ungkapnya, Rabu (20/11).

Kapolda menuturkan, para teroris memiliki peran berbeda, mulai dari perekrut, perakit bom, bendahara, dan eksekutor. Bahkan, mereka dipaparkan paham radikal melalui pengajian-pengajian eksklusif dan tertutup.

Selain itu, terdeteksi mengunjungi dan berkomunikasi dengan narapidana teroris (napiter) yang mendekam di lapas-lapas di Sumut.

“Kalau mereka tak beraksi, kita juga tidak bisa melakukan penindakan. Setelah mereka melakukan aksi, kita melakukan pendalaman. Mereka ternyata berjaringan cukup besar,” terangnya.

Diketahui, Tim Densus 88 sampai saat ini sudah menangkap 30 tersangka teroris di Kota Medan.

“Kemarin sudah 26 teroris yang ditangkap. Ditambah tadi malam 4 tersangka yang ditangkap. Sehingga total sampai saat ini sudah 30 tersangka diamankan,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Dari total 30 teroris yang ditangkap, Tatan mengungkapkan tiga teroris dalam kondisi meninggal dunia. Yakni RMN tewas usai meledakkan diri di Polrestabes Medan, A dan K tewas ditembak setelah melukai petugas saat diamankan.

“30 teroris yang ditangkap berada di Kota Medan. Saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Sumut,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN