_
Home / Medan / Terlibat Asusila, Karyawan Alfamart Dituntut 5 Tahun
WOL Photo

Terlibat Asusila, Karyawan Alfamart Dituntut 5 Tahun

MEDAN, Waspada.co.id – Terdakwa kasus asusila, Denis Berkam Lubis, dituntut selama lima tahun penjara saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (6/11).

Tuntutan disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Toga Hutagaol, dalam sidang perdana di ruang Cakra 9.

“Meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini agar menghukum terdakwa Denis Berkam Lubis dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp60 juta subsider 6 bulan kurungan,” jelasnya di hadapan Hakim Ketua, Syafril Batubara.

Tak terima dengan tuntutan tersebut, abang terdakwa, Wirya Satria Lubis, langsung menangis histeris begitu majelis hakim menutup persidangan.

Wirya menjerit-jerit di depan ruang sidang. Dia mengatakan adiknya merupakan korban kriminalisasi oleh oknum penyidik Polsek Medan Timur.

“Di mana keadilan itu. Tidak ada keadilan di sini. Kami butuh keadilanmu pak hakim. Adik saya korban kriminalisasi,” teriak Wirya.

Sontak saja, suasana di PN Medan heboh. Dengan sigap, petugas keamanan langsung menenangkan Wirya dan membawanya keluar gedung.

Berdasarkan pantauan Waspada Online di lapangan, rekan-rekan Wirya melakukan unjuk rasa. Puluhan mahasiswa meminta agar tuntutan dan keluhan mereka didengarkan langsung oleh Ketua PN Medan. Namun, berjam-jam melakukan orasi, Ketua PN Medan tak juga datang untuk mendengarkan langsung tuntutan mereka.

Sementara itu, Wirya kepada wartawan menjelaskan kronologi yang menimpa adiknya berawal ketika bekerja di Alfamart yang berlokasi di Jalan Pancing, dituduh melakukan pencabulan terhadap seorang anak.

“Waktu itu adik ku mengusir seorang anak yang bermain di sekitar Alfamart, tapi tiba-tiba dia melapor ke orang tuanya sudah dicabuli sehingga adik ku dilaporkan ke Polsek Medan Timur,” ungkapnya sambil menyeka air matanya.

Selain itu saat di polsek, perbuatan yang dituduhkan tidak terbukti sesuai hasil rekaman CCTV tidak ada pencabulan yang dilakukan. Namun penyidik Polsek Medan Timur tetap meminta agar pihak tersangka dan korban berdamai terlebih dahulu.

“Korban meminta uang perdamaian Rp7 juta. Dari manalah uang kami, kami hanya merantau di sini (Medan) jadi kami cuma bisa kasi Rp800 ribu dan ditolak. Setelah meminjam ke sana kemari barulah ada uang kami itupun cuma Rp4 juta dan akhirnya berdamai,” sambungnya sambil tersedu-sedu.

“Namun anehnya, setelah ada perdamaian itu adik ku tidak kunjung bebas. Malah hampir tiga bulan ditahan di Polsek Medan Timur tanpa ada kepastian hukum hingga akhirnya kasusnya lanjut sampai ke persidangan,” pungkas Wirya.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

DPR RI Minta Polda Sumut Ungkap Kematian Hakim PN Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Komisi III melaksanakan kunjungan kerja ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.