_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Tahun 2020, Sumut Tetap Pertahankan Swasembada Pangan
foto: Istimewa

Tahun 2020, Sumut Tetap Pertahankan Swasembada Pangan

MEDAN, Waspada.co.id – Di tahun 2020 Provinsi Sumatera Utara tetap mempertahankan swasembada pangan.
Ini dilakukan sebagai upaya mendukung langkah salah satunya dengan meningkatkan produksi pangan di daerah tersebut.

Disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Ir Dahler Lubis, bahwa 2020 target produksi padi  5.450.562 ton, jagung 1.847.873 ton, dan kedelai 9.528 ton, serta sejumlah program untuk meningkatkan produksi tanaman pangan.

“Dan pengembangan budidaya padi inbrida dengan volume 10 ribu hektare, jagung hibrida dengan volume 5 ribu hektare. Kemudian pengembangan sumber daya manusia pertanian, peningkatan produksi tanaman hortikultura, pemasaran, dan pengolahan hasil serta program peningkatan sarana serta prasarana pertanian maupun pencegahan dan penanggulangan organisme pengganggu tanaman,” tuturnya, Jumat (8/11).

Dengan begitu, swasembada pangan Sumut dapat dipertahankan. Serta peningkatan kualitas tanam bawang merah, putih, dan kedelai serta menjaga stabilitasi produksi komoditas strategis akan menjadi prioritas juga.

“Di semester I 2019 ini, jumlah produksi padi Sumut sendiri telah mencapai 2.850.249 ton dan target produksi 5.343.688 ton. Jika di bandingkan tahun 2018, produksi padi Sumut hanya 3.382.473 ton dengan kebutuhan 1.772.373 ton, artinya surplus 1.610.100 ton,” ucapnya.

Sementara untuk jagung target produksinya 1.811.605 ton, realisasinya di semester pertama sudah mencapai 881.900 ton. Kedelai target tahun ini 8.905 ton dan realisasi di semester pertama sudah mencapai 3.711 ton.

“Dalam mendukung target produktivitas padi sawah 8 ton per hektare, di tahun 2020 mendatang, Sumut mendapat bantaun dari pemerintah pusat berupa benih padi sebanyak 100 ribu hektare. Jumlah bantuan ini sudah memenuhi 30 persen dari potensi lahan sawah di Sumut,” jelasnya.

“Dan tidak semua areal bisa memproduksi 8 ton padi per hektare. Atas dasar itu, ia mengambil kebijakan bahwa untuk lahan-lahan berpengairan, jumlah produksinya akan lebih digenjot. Potensi lahan sawah irigasi kita ada 267.326 hekatre (62,57 persen), dan potensi lahan sawah non irigasi 159.935 hektare,” tandasnya.(wol/eko/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Investor Sumut Meningkat Hingga Oktober 2019

MEDAN, Waspada.co.id – Jumlah investor di Sumatera Utara terus meningkat. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.