SPAM Mebidang Segera Terealisasi

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Pemko Medan mendukung dan optimistis operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) dapat berjalan dengan lancar.

Hal ini dilakukan guna menyediakan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Medan, agar mendapatkan kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif.

Hal ini disampaikan Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, diwakili Kepala Dinas Perumahan Kawasan Perumahan Kawasan Permukiman Ruang (PKP2R) Kota Medan, Benny Iskandar, saat menghadiri Rapat Sosialisasi Besaran Tarif dan Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang, Selasa (12/11) kemarin.

Dikatakan Kadis PKP2R, Sistem Penyediaan Air Minum yang selanjutnya disingkat SPAM merupakan satu kesatuan sarana dan prasarana penyediaan Air Minum. Penyelenggaraan SPAM adalah serangkaian kegiatan dalam melaksanakan pengembangan dan pengelolaan sarana dan prasarana yang mengikuti proses dasar manajemen untuk penyediaan Air Minum kepada masyarakat.

“Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang dilakukan terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana SPAM dalam rangka memenuhi kuantitas, kualitas, dan kontinuitas Air Minum yang meliputi pembangunan baru, peningkatan, dan perluasan,” jelas Benny.

Dalam kesempatan itu, Benny juga mengungkapkan melalui rapat ini nantinya dapat memberikan hasil dengan diberikannya tarif yang menarik bagi masyarakat, di harapkan masyarakat mampu secara mandiri dalam menyambungkan pipa SPAM selama perhitungan tersebut benar dan transfaran.

“Saya berharap agar masyarakat mampu secara mandiri dalam menyambungkan pipa SPAM ke rumah mereka masing-masing karena tarif yang diberikan telah diperhitungkan sehingga mempermudah masyarakat Kota Medan,” harap Benny.

Sebelumnya, pimpinan rapat Asisten Gubernur Bagian Administrasi Umum dan Aset Provinsi Sumatera Utara, M Fitriyus, mengatakan penyediaan air minum merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus ditingkatkan karena kebutuhan air minum masyarakat terus meningkat.

Fitriyus mengungkapkan, upaya pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat tidaklah mudah. Hal ini disebakan oleh beberapa faktor yang menjadi penghambat seperti terbatasnya kemampuan PDAM dalam menjamin kelancaran pendistribusian air bersih ke pelanggan, sulitnya menjangkau pelanggan yang jauh dari pusat pelayanan, dan soal ketersediaan sumber air bersih yang terkadang tidak stabil.

“Mari kita memanfaatkan forum ini untuk saling berdiskusi, berbagi dan bertukar informasi terkait upaya meningkatkan program layanan air minum yang lebih baik,” harapnya.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN