Sidang Dengar Pendapat Pemakzulan Trump Tak Mampu Ubah Opini Publik

foto: (AFP)

WASHINGTON, Waspada.co.id – Penyelidikan impeachment atau pemakzulan Presiden Donald Trump bergerak ke babak baru yang penting minggu ini, yakni khalayak umum.

Sidang dengar pendapat yang digelar selama satu hari tentang penyelidikan pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dianggap tidak mengubah pandangan apapun di Washington.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi, pemimpin fraksi Demokrat menyebut bahwa tindakan Trump bisa dianggap usaha penyuapan , dengan menahan sementara dana bantuan militer ke Ukraina sebesar 391 juta dolar AS sembari mendorong investigasi atas lawan politiknya dari partai Demokrat untuk pemilu tahun 2020, mantan Wakil Presiden Joe Biden.

Mereka berharap sidang yang ditayangkan lewat televisi untuk konsumsi publik sehingga mampu memengaruhi opini publik untuk mendukung mereka memakzulkan sang presiden.

Sementara, Trump menyebut Rabu lalu bahwa keterangan dua diplomat karir AS yang disampaikan dalam persidangan terkait upaya mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk memulai investigasi terhadap Biden, sebagai “lelucon.”

Advertisement

Trump melalui akun Twitternya mengatakan, “Pemakzulan Hoax ini adalah preseden buruk dan sangat buruk untuk negara kita!”

Namun anggota kongres Demokrat Jerrold Nadler, ketua komite kehakiman DPR AS yang bisa mendorong pemakzulan dalam waktu dekat, menyebut keterangan yang disampaikan dalam sidang dengar pendapat hari Rabu itu “cukup mengejutkan.”

Nadler mengatakan ia tetap berpikiran terbuka “untuk saat ini” tentang penggunaan pasal-pasal pemakzulan.

Sebelumnya, Dua diplomat kawakan Amerika, George Kent dan William Taylor, menjadi pusat perhatian dalam sidang dengar pendapat mengenai penyelidikan impeachment atau pemakzulan Trump.

William Taylor yang pernah menjabat sebagai kuasa usaha di Kedutaan Besar Amerika di Kiev, mengatakan Gedung Putih menahan bantuan militer ke Ukraina untuk sementara waktu sebagai bagian dari kampanye tekanan oleh Presiden Trump yang menuntut penyelidikan terhadap saingannya Joe Biden.

“Menahan bantuan itu tanpa alasan yang baik selain bantuan untuk kampanye politik tidak masuk akal,” jelasnya.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat Adam Schiff mengatakan bahwa dugaan perilaku presiden itu sesuai dengan standar konstitusi mengenai kejahatan dan pelanggaran yang membenarkan pemakzulan.

“Apakah ini yang seharusnya diharapkan oleh orang Amerika dari presiden mereka? Jika ini bukan perilaku yang membenarkan pemakzulan, lalu apa namanya?,” kata Adam Schiff.

Partai Republik mengatakan kesaksian yang diberikan oleh para saksi tentang tindakan presiden berasal dari tangan kedua dan ketiga dan bahwa Ukraina akhirnya menerima bantuan militer.

Anggota Kongres dari Partai Republik, Devin Nunes, mengatakan penyelidikan pemakzulan yang sedang berlangsung merupakan bagian dari rencana lama Partai Demokrat untuk menjatuhkan presiden.

“Siapa pun yang akrab dengan perang bumi hangus Partai Demokrat melawan Presiden Trump tidak akan terkejut melihat semua tanda-tanda khas bahwa ini adalah kampanye kotor untuk konsumsi media yang dirancang dengan seksama,” kata Devin Nunes.

Sekedar informasi sebelumnya ada dua presiden AS yang dimakzulkan.

Richard Nixon mengundurkan diri dari kursi kepresidenan pada tahun 1974 ketika dukungannya anjlok dalam jajak pendapat publik.

Bill Clinton lolos dari sidang pemakzulan Senat pada tahun 1999 ketika sebagian besar publik menolak upaya pemakzulannya dari jabatan presiden. (voa/data3)