_
Home / Sumut / Semrawut dan Kurangi Keindahan Tata Kota, Gubsu Instruksi Penertiban Jaringan Utilitas

Semrawut dan Kurangi Keindahan Tata Kota, Gubsu Instruksi Penertiban Jaringan Utilitas

MEDAN, Waspada.co.id – Kondisi saat ini pada jaringan utilitas (kabel telekomunikasi, listrik, dan lainnya) di jalan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota masih semrawut dan saling tumpang tindih. Alhasil, terjadi gali lubang tutup lubang dalam pembangunan maupun pemeliharaannya.

Kondisi ini, selain mengurangi keindahan tata kota, juga berdampak pada efisiensi pembangunan. Untuk itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengeluarkan Instruksi Nomor 188.54/5/INST/2019 tentang Penataan dan Penertiban Jaringan Utilitas di Provinsi Sumut pada 6 November 2019.

Rapat terakhir dilaksanakan di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (27/11). Dipimpin oleh Effendy Pohan selaku Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut, rapat menghasilkan sejumlah langkah yang akan diambil terkait penertiban jaringan utilitas.

Pertama, bupati/wali kota mengusulkan ruas jalan prioritas masing-masing wilayahnya yang menjadi objek penertiban jaringan/kabel udara dengan tenggat waktu 4 Desember 2019 harus sudah diterima oleh Gubsu cq Sekdaprovsu.

“Sebagai contoh, Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, dan Jalan Imam Bonjol merupakan prioritas yang harus dikerjakan, karena beranda depan Kota Medan sebagai ibu kota provinsi. Selanjutnya, seluruh asosiasi dan operator jaringan akan menyiapkan detail engineering design penataan jaringan/kabel udara berdasarkan usulan ruas jalan tadi sebagai dasar pelaksanaan di lapangan,” ujar Effendy.

Berikutnya, Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumut diminta mencermati dan memperhitungkan review tata ruang kabupaten/kota perihal jalur utilitas. Pihaknya juga akan menyampaikan perihal instruksi gubernur, khususnya kepada PT PLN, PT Telkom, PDAM Tirtanadi, dan PT PGN sebagai pedoman pelaksanaan perusahaan ke depan.

“Masing-masing pemilik jaringan utilitas membangun tiangnya, sehingga terjadi kesemrawutan dan mengganggu estetika kota. Saat ini (Jakarta, Surabaya) sudah pakai kabel tanam dan terpadu, sehingga rapi dan tertata. Semoga melalui upaya kita ini, bisa kita buat yang terbaik di Sumut,” kata Gubenur.

Instruksi Gubernur No 188.54/5/INST/2019 antara lain berisi penataan dan penertiban terhadap keberadaan jaringan utilitas berupa kabel udara dan tiang penyangga kabel udara eksisting yang tidak tertata rapi, sehingga mengganggu kenyamanan, keamanan dan menyebabkan penyumbatan dan potensi genangan/banjir lokal.

Kedua, kegiatan penataan pedestrian dan penertiban jaringan utilitas sesuai ketentuan perundang-undangan. Ketiga, pengendalian, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penataan, dan penertiban jaringan utilitas secara terjadwal. Keempat, kajian teknis dan juridis terhadap kebijakan daerah dalam hal penataan dan penertiban jaringan utilitas. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Sabrina: Perbedaan Berkah Bagi Sumut Harus Dirawat

MEDAN, Waspada.co.id – Sumatera Utara (Sumut) merupakan provinsi yang terkenal dengan ragam perbedaan. Berbagai suku, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.