_
Home / Sumut / Ratusan Bangkai Babi Dibersihkan Dari Danau Siombak
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Ratusan Bangkai Babi Dibersihkan Dari Danau Siombak

MEDAN, Waspada.co.id – Untuk menghindari dampak negatif terhadap masyarakat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut bekerja sama dengan Pemko Medan membersihkan ratusan bangkai babi di Danau Siombak, Medan Marelan, Senin (11/11).

Bangkai babi yang diduga dibuang para peternak karena mati terserang virus hog cholera tersebut dievakuasi dari Danau Siombak untuk selanjutnya dikuburk di sekitar Danau Siombak. Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut, M Azhar Harahap, mengatakan akan dilakukan penanganan dan pengamatan sekaligus pencarian bangkai babi di sekitar danau.

Mengenai air yang tercemar, Azhar mengatakan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kota Medan telah mengambil sampel air di aliran Sungai Bedera dan Danau Siombak pada Jumat (8/11) lalu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran bangkai-bangkai yang dibuang ke sungai.

Untuk menangani penyebaran virus hog cholera babi di 11 kabupaten/kota, pihaknya telah membuka posko. Selain itu juga telah dilakukan rapat dengan seluruh kabupaten/kota untuk mengambil langkah terkait serangan virus hog cholera babi yang ada di Sumut.

Dikatakan, Kementerian Pertanian lewat Dirjen Peternakan akan membantu kabupaten/kota dalam penanganan, penguburan serta pengawasan lalu lintas ternak babi agar virus hog cholera babi dan lainnya tidak menyebar lagi. Selain itu, posko di setiap kecamatan sudah mulai bekerja, agar pelaporan mengenai virus hog cholera babi ini dapat segera ditindaklanjuti.

“Kita juga akan berikan disinfektan kepada seluruh peternak di Sumut dan pengetatan lalu lintas atau pergeseran ternak dari satu tempat ke tempat lain yang mengakibatkan percepatan penyebaran virus pada ternak babi,” ujar Azhar.

Saat ini, total kematian ternak babi akibat virus hog cholera babi sudah mencapai 5.800 ekor di 11 kabupaten/kota. Karena itu, Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi telah menginstruksikan bupati dan wali kota melarang pembuangan babi ke sungai atau hutan. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Edy: Jangan Manfaatkan Hari Besar Naikkan Harga Bahan Pokok

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, meminta para distributor bahan kebutuhan pokok ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.