_
Home / Sumut / Percepatan Pembangunan Daerah Butuh Dukungan Data Akurat
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Percepatan Pembangunan Daerah Butuh Dukungan Data Akurat

MEDAN, Waspada.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Dr Hj R Sabrina, menyampaikan ketersediaan data yang akurat dan terbuka sangat dibutuhkan dalam upaya percepatan pembangunan daerah, terutama dalam penyusunan anggaran pembangunan.

Hal itu disampaikan Sabrina saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Satu Data Kependudukan dan Sosialiasi Sensus Penduduk tahun 2020 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut di Hotel JW Marriott Medan, Jumat (15/11).

“Data itu sebenarnya penting, tapi kita sering sepele, terutama dalam penyusunan anggaran, sia-sialah apa yang kita kerjakan bila tidak memakai data, seperti membuang garam ke laut, dalam pelaksanaan penggunaan anggaran pun bisa lebih efektif dan efisien jika kita memaksimalkan penggunaan data,” ujar Sabrina.

“Untuk membangun itu mahal bila tanpa menggunakan data. Karenanya, kita perlu data valid untuk jumlah penduduk. Sensus Penduduk (SP) 2020 agar dapat menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk. Upaya ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia,” tambah Sabrina.

Data kependudukan Provinsi Sumut diperoleh setiap 10 tahun sekali oleh BPS melalui kegiatan sensus. Dalam pelaksanaan SP 2020, BPS akan menggunakan metode kombinasi data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sebagai sumber data utama dan kemudian sensus mandiri melalui web, gadget maupun wawancara door to door.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, mengatakan bahwa ada beberapa tahapan untuk mewujudkan SP 2020. Awalnya, koordinasi dengan pemerintah daerah maupun organisasi masyarakat untuk mencocokkan data, lalu Sensus Mandiri mulai Februari sampai Maret.

“Sesuai kemampuan masyarakat untuk sensus mandiri akan dilakukan secara online, akan disiapkan websitenya, masyarakat tinggal isi data saja,” ujar Syech.

“Nantinya, akan ada 21 ribu petugas mendata sensus penduduk. Saya optimis ini akan sukses,” kata Syech didampingi Kepala BKKBN Sumut Temazaro Zega dan Kepala Disdukcapil Sumut Ismael P Sinaga. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

KAI Operasikan KA Tanjungbalai Ekspres

MEDAN, Waspada.co.id – Mulai 14 Desember 2019 mendatang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.