_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / KPK Cecar Anak Menkumham soal Keterlibatan Perusahaannya dalam Proyek di Medan
Foto: Okezone

KPK Cecar Anak Menkumham soal Keterlibatan Perusahaannya dalam Proyek di Medan

JAKARTA, Waspada.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi anak Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly, Yamitema Laoly, terkait keterlibatan perusahaannya dalam pengerjaan proyek di Dinas PUPR Kota Medan. Diduga, perusahaan Yamitema terlibat dalam pengerjaan proyek di Dinas PUPR Medan yang kini berujung rasuah.

Hal tersebut terungkap dari pemeriksaan Yamitema hari ini. Sedianya, Yamitema diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menyeret Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin untuk proses penyidikan Kadis PUPR nonaktif Medan, Isa Ansyari.

“Saksi Yamitema Laoly diklarifikasi terkait proyek di Dinas PUPR Kota Medan yang pernah dikerjakan perusahaannya,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Senin (18/11/2019).

Yamitema rampung diperiksa penyidik pada sore hari ini. Ia mengaku diperiksa untuk proses penyidikan tiga tersangka sekaligus, yaitu Tengku Dzulmi Eldin, Isa Ansyari, dan Syamsul Fitri Siregar.

Yamitema mengakui banyak ditanya penyidik soal pekerjaannya di Medan. Namun, ia membantah diklarifikasi penyidik soal keikutsertaan perusahaannya dalam sebuah proyek di Dinas PUPR Kota Medan.

“Ditanya macam-macam bisnis apa, kerja apa gitu aja. Enggak ada, Enggak ada pernah (ikut proyek-red). Enggak ada, enggak ada sama sekali,” klaim Yamitema di pelataran Gedung KPK, Jakarta Selatan.
Sejauh ini, KPK telah menetapkan Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahannya tahun 2019.

Selain Dzulmi, KPK menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu ‎ Kadis PUPR Kota Medan, Isa Ansyari (IAN) dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar (SFI). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Dzulmi Eldin dan Syamsul Fitri Siregar diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

KPK menduga Isa memberikan uang tunai Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019, kemudian pada 18 September 2019 senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.

Tak hanya itu, Dzulmi diduga menerima suap dari Kadis PUPR senilai Rp200 juta. Uang suap itu dipakai untuk memperpanjang masa perjalanan dinas Dzulmi bersama keluarganya di Jepang.

Check Also

Komnas HAM: Kasus Novel Jadi Tantangan Bagi Presiden Jokowi

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut kasus penyiraman air keras ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.