_
Home / Medan / Korban Kecewa 4 Oknum Polisi Pemeras Dituntut Ringan
WOL Photo/Ryan

Korban Kecewa 4 Oknum Polisi Pemeras Dituntut Ringan

MEDAN, Waspada.co.id – M Rusli (56) warga Jalan Sederhana, Dusun VIII, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Seituan, kecewa.

Pasalnya, 4 personil Polsek Medan Area yang melakukan pemerasan, penyekapan dan penganiayaan dalam kasus anaknya M. Irfandi (25) dituntut ringan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice V Sinaga dan Artha Sihombing.

JPU menuntut 4 polisi itu dengan pidana penjara selama 6 bulan sedangkan seorang warga sipil yang terlibat dituntut 8 bulan.

Ke empat polisi itu adalah Bripka Jenli Damanik, Aiptu Jefri Panjaitan, Brigadir Akhiruddin Parinduri dan Aiptu Arifin Lumbangaol dan seorang warga sipil Dedi Pane.

Saat diwawancarai wartawan seusai pembacaan tuntutan, kedua jaksa dari Kejari Medan itu memilih bungkam. Mereka mengarahkan untuk mewawancarai pimpinannya saja.

“Ke kantor aja bang sama pimpinan,” ujar keduanya sambil pergi meninggalkan PN Medan.

Sementara itu, kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (22/11) siang, Rusli berharap para terdakwa yang telah menzoliminya itu agar divonis tinggi oleh majelis hakim yang menyidangkan perkaranya.

“Harapan saya semoga keadilan itu ditegakkan seadil-adilnya. Para terdakwa pemerasan itu divonis tinggi dan dipecat dari institusi karena memang sudah mencoreng nama baik Polri,” tegasnya.

Rusli mengungkapkan, awal mula terjadinya pemerasan itu saat ia mendapatkan telepon yang menyebutkan anaknya, M. Irfandi (25) yang berboncengan sepeda motor bersama teman wanitanya Putri Intan Sari ditangkap polisi Polsek Medan Area di Jalan Gedung Arca, pada 26 Maret 2019 lalu.

“Dalam penangkapan itu mereka bilang ditemukan sebungkus sabu seberat 0,20 gram,” ucapnya.

Namun, bukannya membawa ke Mapolsek Medan Area, 4 polisi itu malah melakukan pemerasan dengan mengatakan kalau kasusnya tak mau dilanjutkan harus menyerahkan sejumlah uang.

Merasa ada yang tidak beres, selanjutnya Rusli melapor ke Polrestabes Medan hingga akhirnya para pelaku ditangkap.

Rusli melanjutkan, sedangkan teman wanita anaknya diduga sengaja dilepaskan karena sabu tersebut miliknya yang sengaja diselipkan ke kantong belakang celana anaknya ketika berboncengan sepeda motor.

“Dari hasil pemeriksaan lab urine anak saya negatif narkotika. Tapi malah divonis 4 tahun dan denda Rp800 juta subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan kepada mereka hanya dituntut ringan. Saya merasa ini tidak adil dan ada permainan untuk menyelamatkan mereka dari hukuman maksimal dan pemecatan,” ungkapnya.

Terpisah, kuasa hukum Rusli dari Kantor Hukum Hari Irwanda, mengatakan tuntutan tersebut terbilang kontroversial karena sangat mencederai rasa keadilan. Serta jauh dari efek jera kepada para terdakwa yang berprofesi sebagai penegak hukum.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kasus Pembunuhan Hakim PN Belum Terungkap, Kapoldasu: Masih Kumpulkan Saksi dan Alat Bukti

MEDAN, Waspada.co.id – Kasus kematian Jamaluddin (55) Hakim Pengadilan Negeri Medan yang ditemukan tewas di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.