_
Home / Medan / “Kita Harus Paham Bedakan Islam dan Muslim”
WOL Photo

“Kita Harus Paham Bedakan Islam dan Muslim”

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerhati paham radikal asal Sumut, Bob Lubis, meminta kepada semua pihak khususnya kelompok-kelompok Islam (Lembaga Mujahidin Indonesia dan Parmusi) agar tidak langsung menyimpulkan terduga pelaku bom bunuh diri masuk dalam golongan atau kelompok Islam radikal. Jika ingin mengeluarkan pendapat, hendaknya melibatkan kelompok-kelompok lintas agama yang ada di Indonesia. Sehingga stabilitas di Kota Medan dapat terjaga.

“Kita serahkan kepada pihak kepolisian menyimpulkan peristiwa itu, jangan LMI dan Parmusi menyimpulkan sendiri peristiwa ini dan sebar ke media sosial. Ajak dong kelompok agama lainnya duduk bersama. Masing-masing perwakilan agama kasih statement, supaya kejadian itu di luar konteks Islam dan bukan cuma Islam yang ngajak perang terhadap peristiwa-peristiwa seperti itu. Jadi tinggal polisilah yang menyimpulkan,” ketusnya, Jumat (15/11).

Menurut pandangan Bob, untuk sementara ini aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan adalah bentuk aksi kriminalitas. Tidak memiliki kaitan dengan aksi teror yang ada di Tanah Air, apalagi menyangkut kritikan sejumlah orang mengenai penggunaan celana cingkrang, niqob dan cadar.

“Soal busana yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan, janganlah kita berasumsi sendiri. Celana cingkrang, niqob dan cadar adalah bagian dari fashionable. Boleh dipakai, boleh juga tidak. Jadi, tak ada kaitannya dengan aksi-aksi teror yang selama ini mengarah pada orang-orang yang gemar berbusana tertutup itu,” tegasnya.

Lebih lanjut Bob Lubis menjelaskan, di Indonesia tidak ada faham radikal. Faham radikal itu ada di saat masa penjajahan dahulu. Di mana orang atau kelompok massa melawan kependudukan oleh bangsa lain. Ia pun mencontohkan, jika peristiwa aksi teror tersebut terjadi di Kota Manila Filipina, pasti pelakunya seorang Katolik. Karena di salah satu negara kepulauan itu mayoritas penduduknya beragama Katolik.

“Yang paling penting untuk kita ketahui, bedakan antara Islam dengan Muslim. Islam itu kata sifat dan Muslim itu kata benda (orangnya). Islam itu akidahnya, Islam itu tidak pernah mengajarkan kekerasan atau radikal. Tapi Islam pernah mengingatkan penganutnya untuk mempertahankan diri,” ujarnya.

Contoh lainnya, sebut Bob Lubis, Kota New Zeland, Tokyo dan London dalam hal-hal tertentu sangat Islami menjalankan roda pemerintahannya. “Contoh lagi, jika terjadi pemerkosaan di Arab Saudi, apakah pelakunya seorang Islam? Tidak. Pelakunya adalah seorang Muslim, karena negara itu agama mayoritasnya Islam,” pungkasnya.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pemko Medan Targetkan PBB Tahun 2019 di Angka 100 Persen

MEDAN, Waspada.co.id – Pencapaian realisasi penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB) sampai dengan 31 Oktober 2019 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.