_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Kemenag Buka 5.815 Formasi di CPNS 2019, Begini Persyaratannya!
Ilustrasi Seleksi CPNS. (Foto: Okezone.com/Dok.Kemenpan RB)

Kemenag Buka 5.815 Formasi di CPNS 2019, Begini Persyaratannya!

agregasi

JAKARTA – Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 telah dibuka sejak kemarin Senin 11 November 2019 pukul 23.11 WIB. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN).

Pada rekrutmen kali ini, dibuka pada 68 kementerian/lembaga dan 462 pemerintah daerah dengan total jumlah alokasi formasi sebanyak 37.425. Satu orang pelamar hanya boleh mendaftar di satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian/lembaga/pemda.

Adapun di antaranya, yaitu Kementerian Agama (Kemenag) yang membuka sebanyak 5.815 formasi. Formasi tersebut diperuntukkan untuk pelamar dengan kriteria cumlaude, disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat, diaspora, umum, serta peserta P1/TL.

Infografis CPNS 2019

Bagi pelamar yang ingin mendaftarkan diri, harus membuat surat lamaran yang ditulis tangan. Surat ini harus ditulis dengan menggunakan tinta hitam yang ditujukan kepada Mentari Agama Republik Indonesia (RI).

Selain itu, dibutuhkan pula berkas-berkas lainnya, seperti pasfoto terbaru 4×6, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta ijazah dan transkrip nilai terakhir, serta surat pernyataan bebas narkoba. Pelamar juga harus melampirkan bukti perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi dalam Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada saat kelulusan.

Sementara berkas tambahan lain, seperti bukti akreditasi A pada Perguruan Tinggi dan Program Studi bagi pelamar cumlaude. Selain itu, ada pula surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah bagi pelamar disabilitas untuk menerangkan jenis dan derajat kedisabilitasannya.

Bagi putra/putri Papua dan Papua Barat, diharuskan untuk melampirkan KTP bapak atau ibu kandung. Tak lupa, akte kelahiran dan/atau surat keterangan dari kepala desa/kepala suku yang menerangkan bahwa pelamar memiliki garis keturunan orang tua asli Papua/Papua Barat.

Sementara itu, pelamar dengan kriteria diaspora harus melampirkan paspor Indonesia yang masih berlaku, surat rekomendasi sebagai tenaga profesional dari tempat pelamar bekerja. Adapula surat pernyataan bebas dari permasalahan hukum dan tidak terafiliasi pada ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, serta surat pernyataan tidak menempuh post doctoral yang dibiayai pemerintah.

Pelamar diharapkan terlebih dahulu membaca dan memahami segala ketentuan pendaftaran yang akan tertuang pada portal SSCASN. Jangan sampai ada kesalahan input yang justru bisa membuat calon peserta gagal.

Check Also

Tjahjo Sebut Pemangkasan Eselon IV Baru ‘Operasi Kulit’ Saja

JAKARTA, Waspada.co.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyebut reformasi birokrasi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.