_
Home / Warta / Mancanegara / KBRI Brunei Bantu ABK Perjuangkan Gaji Berbulan-bulan yang Mandek
Dubes RI untuk Brunei bersama ABK. (KBRI Bandar Seri Begawan)

KBRI Brunei Bantu ABK Perjuangkan Gaji Berbulan-bulan yang Mandek

BANDAR SERI BEGAWAN, Waspada.co.id – KBRI Brunei Darussalam di Bandar Seri Begawan berhasil memfasilitasi para anak buah kapal (ABK) yang berbulan-bulan tak digaji akhirnya mendapatkan haknya pada 28 Oktober lalu. Perusahaan tak membayar gaji mereka selama berbulan-bulan dan mengadukan persoalan tersebut ke KBRI.

Berdasarkan keterangan pers dari KBRI, Rabu (6/11), awal mula persoalan ini muncul pada 16 Oktober lalu, saat enam ABK kapal berbendera Malaysia milik perusahaan Korea Selatan datang mengadu ke KBRI. Kedatangan mereka disusul lima orang ABK lainnya di hari berikutnya. Para ABK umumnya berasal dari Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara. Selain itu ada yang berasal dari Jawa Barat dan Jambi.

Mereka direkrut melalui agen perekrut kru kapal dan bekerja sebagai ABK di kapal milik perusahaan sub-kontraktor proyek Jembatan Temburong. Kapal yang mereka awaki telah off-charter (selesai waktu penyewaan dengan paket pekerjaan tertentu), sehingga para ABK tersebut tidak dipekerjakan lagi.

“Saya menuntut gaji yang belum dibayar selama 2 bulan 15 hari dan tiket pulang ke Indonesia, karena kami sangat perlu. Status kami sudah di-off-charter, kami minta hak kami,” kata ABK asal Wajo, Yanwar Mustari.

“Gaji telat dibayar, dan tiket balik ke Indonesia belum ada,” keluh Andi Muhammad Taufiq, ABK dari Luwu, Sulawesi Selatan.

Setelah mendapat aduan, KBRI segera melakukan koordinasi dengan menghubungi perusahaan pemilik kapal, dan akhirnya datang pada 23 Oktober 2019.

Usaha KBRI membuahkan hasil, pada tanggal 28 Oktober 2019, seluruh tunggakan gaji ditambah dengan tiket para ABK pulang ke Indonesia telah dibayarkan, dengan total 37,996 dolar Brunei atau sekitar Rp391 juta. Para ABK tersebut akhirnya bisa kembali ke Indonesia pada 30 dan 31 Oktober 2019.

“Penyelesaian kasus ini menjadi salah satu upaya KBRI dalam membuktikan bahwa negara hadir dalam Perlindungan WNI/PMI (Pekerja Migran Indonesia,” tulis keterangan tersebut.

Pada tahun 2018, KBRI telah berhasil menyelesaikan 517 kasus dari 547 kasus yang diadukan ke KBRI, dengan besar gaji, kompensasi, dan asuransi yang berhasil diperjuangkan dengan nilai sekitar Rp2,9 miliar. (merdeka/data3)

Check Also

Rizieq Shihab Sebut Dicekal Pemerintah RI, Kedubes Saudi “Kami Belum Tahu”

RIYADH, Waspada.co.id – Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia mengakui belum menerima informasi dari Riyadh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.