_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Kasus Bangkai Babi, Masyarakat Kurangi Konsumsi Makan Ikan
WOL Photo

Kasus Bangkai Babi, Masyarakat Kurangi Konsumsi Makan Ikan

MEDAN, Waspada.co.id – Beberapa pekan terakhir, masyarakat Medan dan sekitarnya diresahkan dengan peristiwa pembuangan bangkai babi di sungai.

Tentu akan berdampak kepada pengurangan konsumsi ikan laut oleh masyarakat dan juga harga ayam potong melonjak di pasaran.

Diungkapkan pedagang ikan basah di Tembung, Ramih, bahwa harga ikan dalam sepekan terakhir terus mengalami kenaikan. Setiap harinya bisa naik sekitar Rp1.000 per kg.

“Beberapa hari lalu masih di kisaran Rp10-14 per kg dan hari ini sudah di atas harga Rp14 kg. Banyak konsumen yang beralih mengonsumsi ayam ketimbang ikan laut,” ungkapnya, Selasa (19/11).

Arin, warga Jalan Besar Tembung mengaku beberapa hari tidak mengonsumsi ikan karena takut.

“Iya takut, apalagi sekarang lagi hangat isu tentang bangkai babi yang mati di beberapa titik, jadi takut mau beli ikan,” tandasnya.

Sementara Ketua Tim Pemantau Harga di Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan harga ayam naik di saat stok daging ayam justru melimpah.

“Harga daging ayam di awal bulan sempat bertengger di Rp28 ribuan per kg dan sekarang menjadi Rp31 ribu per kg.
“Ini sangat disayangkan. Pemicu kenaikan harga daging ayam oleh buruknya pemberitaan bangkai babi akibat serangan penyakit yang dibuang ke laut,” jelasnya.

Tentunya, kabar tersebut membuat penjualan ikan segar mengalami penurunan yang sangat signifikan. Padahal, laut itukan luas dan nelayan juga tidak mencari ikan di sekitar bangkai babi itu sendiri.

“Tetapi seakan-akan seluruh laut di dunia ini tercemar dengan bangkai babi yang dibuang ke laut dan ini penafsiran yang tidak proporsional. Dan sayangnya masyarakat langsung membentuk kesimpulan yang tidak rasional dengan cara mengurangi konsumsi ikan. Keluhan penjualan ikan tidak hanya dirasakan oleh pedagang,” jelasnya.

Penjajah makanan di rumah makan juga begitu, mereka mengeluhkan berkurangnya peminat konsumen ikan. Bahkan, adanya anjuran ke masyarakat agar tidak mengonsumi ikan karena takut wabah yang menyerang babi juga menyerang ikan.

“Saya menilai pemerintah perlu meluruskan hal tersebut. Jangan biarkan isu-isu seperti ini membuat harga daging ayam menjadi mahal dan konsumen dirugikan, nelayan dan pedagang ikan merugi karena omset penjulan menurun,” pungkasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Tokopedia Berkontribusi Rp2,7 Triliun Dalam Transaksi Digital di Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Sepanjang tahun 2018, Tokopedia memberikan kontribusi sebesar Rp2,7 triliun di Provinsi Sumatera ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.