Jokowi Tetap Ucapkan Salam Lintas Agama di HUT NasDem

Presiden Joko Widodo. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo membuka pidatonya dalam acara perayaan Hari Ulang Tahun ke-8 Partai NasDem dengan mengucapkan salam secara Islam maupun agama lainnya. Kalimat pertama presiden dalam pidatonya adalah mengucap bismillah.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semuanya. Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan,” kata Jokowi membuka pidato.

Assalamulaikum adalah salam yang diajarkan Islam kepada para pemeluknya. Sementara Om Swastiastu identik dengan salam yang diucapkan umat Hindu. Namo Buddhaya adalah salam yang identik dengan umat Budha.

Setelah mengucap salam pembuka, Jokowi menyapa sejumlah tamu undangan yang hadir. Termasuk kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Jokowi melanjutkan pidatonya dengan membenarkan semua ucapan dalam pidato Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, sebelumnya.

“Apa yang tadi disampaikan oleh Bang Surya Paloh, benar semuanya. Benar semuanya, enggak ada yang salah,” kata dia.

iklan

“Tetapi yang paling penting, selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar NasDem, ke-8. Selamat bapak Surya Paloh secara aklamasi telah dipilih kembali untuk menjadi ketua umum Dan patut kita syukuri bersama, penambahan kursi terbanyak itu ada di partai NasDem,” imbuh Jokowi.

Kongres Partai NasDem yang dimulai sejak 8 November ini telah menghasilkan sejumlah keputusan. Salah satunya sikap aklamasi seluruh peserta kongres dalam memilih kembali Paloh sebagai Ketua Umum NasDem.

Di sisi lain, soal pengucapan salam secara agama lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kepada umat Islam dan para pemangku kebijakan atau pejabat untuk menghindari pengucapan salam dari agama lain saat membuka acara resmi.

Imbauan tersebut termaktub dalam surat edaran bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang ditandatangani oleh Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin.

Dalam surat itu, MUI Jatim menyatakan bahwa mengucapkan salam semua agama merupakan sesuatu yang bidah, mengandung nilai syuhbat, dan patut dihindari oleh umat Islam.

“Mengucapkan salam pembuka dari semua agama yang dilakukan oleh umat Islam adalah perbuatan baru yang merupakan bidah, yang tidak pernah ada di masa lalu. Minimal mengandung nilai syubhat, yang patut dihindari,” demikian penggalan bunyi surat tersebut, saat diterima CNNIndonesia.com, Minggu (10/11). (cnnindonesia/ags/data3)

Iklan