_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Jokowi Sebut Desember Tenggat Waktu Kasus Novel, KPK “Kami Tunggu, Jangan Sampai Lupa’
Novel Baswedan (liputan6)

Jokowi Sebut Desember Tenggat Waktu Kasus Novel, KPK “Kami Tunggu, Jangan Sampai Lupa’

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberi tambahan waktu pada Polri untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Jokowi meminta awal bulan Desember mendatang, kasus itu harus selesai.

Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo, terus berharap dukungan publik terhadap pengungkapan kasus Novel tak pernah surut dan terus menagih pada pemerintah agar bisa diungkap.

“Yang penting bagi kami sekarang merawat ingatan, jangan sampai lupa terhadap kasus penyerangan penyidik KPK,” kata Yudi, Sabtu (2/11).

KPK, katanya, tetap menunggu hasil kerja kepolisian membuat kasus ini menjadi terang benderang. Dia pribadi yakin Presiden Jokowi dan Kapolri baru Jenderal Idham Azis benar-benar serius menyikapi kasus tersebut sehingga pelaku penyiraman air keras Novel ditangkap.

“Ya tetap tunggu. Ya kita lihat Desember nanti. Beliau punya ahli-ahli di bidang kepolisian, tentu satu bulan ini beliau pikirkan masak-masak sebelum pertimbangan penuh sebelum diberikan awal Desember pelakunya akan terungkap,” ungkap Yudi.

Sebagai informasi, bukan baru kali ini Jokowi memberikan tenggat waktu penyelesaian kasus Novel. Sebelumnya, Jokowi memberikan waktu tiga bulan kepada Polri untuk mengungkap kasus tersebut sejak Polri membentuk tim khusus pada Juli 2019 lalu.

Namun hingga masa kerja tim khusus selesai 31 Oktober kemarin, belum ada titik terang kasus Novel. Meskipun kepolisian mengklaim sudah ada perkembangan signifikan dalam kasus Novel.

Novel Baswedan disiram dengan air keras oleh dua orang pria yang tak dikenal pada Selasa (11/4). Saat itu, Novel baru saja pulang salat subuh dari Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba dua orang bermotor datang dan menyiramkan air keras ke wajah Novel. Tak ada seorang pun yang melihat kejadian itu. Novel juga tak bisa melihat jelas pelakunya. (merdeka/data2)

Check Also

“Jokowi Tak Harus Emosional Tolak Amendemen UUD 45”

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah meminta agar Presiden Joko Widodo alias ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.