_
Home / Medan / “Jenazah Akibat Bom Bunuh Diri, Dia Muslim Wajib Dikebumikan”
Ustad H Amhar Nasution. WOL Photo/Gacok

“Jenazah Akibat Bom Bunuh Diri, Dia Muslim Wajib Dikebumikan”

MEDAN, Waspada.co.id – Kewajiban fardhu kifayah jenazah termasuk memandikan jenazah, mengangkat hadas besar berupa bau (karena semua jenazah meninggal dunia perempuan keluar haid, laki-laki keluar sperma, red) kondisi tubuh harus disiram dengan air dan dicampur kapur barus.

“Dihilangkan lagi warna, darah yang keluar dengan air yang diendapkan lebih kurang 6 jam sampai PH di atas 7 supaya tubuh mayat harum,” ungkap Ustad H Amhar Nasution kepada Waspada Online, Selasa (19/11).

Menurutnya, jenazah yang tidak boleh dimandikan yakni mati shahid di dunia dan akhirat berjuang di Jalan Allah SWT. Secara interaktif bulat keimanannya mayat yang tubuhnya terpotong-potong, hancur meledak, terbakar tapi bukan syahid dunia, dan akhirat.

Tugas berikutnya bagi kaum muslimin adalah mengkafani laki-laki tiga lapis, perempuan 5 lapis kain kafan. Kemudian, mensalatkannya secara berjemaah. Termasuk menguburkan jenazah.

“Selain fardhu kifayah, artinya jika dua orang atau lebih melaksanakan maka lepaslah dosa yang lain. Sungguhnya jenazah mati akibat bom bunuh diri, teroris, radikalisme, dan saparatis yang jelas dia muslim wajib dikebumikan. Jika tidak akan menimbulkan mudhorat bau busuk, pencemaran lingkungan, menimbulkan penyakit,” tuturnya.

“Babi saja yang banyak mati di Medan, Pemko Medan sudah menguburkan 345 ekor babi sebagai usaha mencegah pencemaran dan penyebaran penyakit. Apalagi, manusia mengenai urusan pahala, dosa, jenazah bukan kita yang memvonisnya. Islam agama yang Rahmatan Lil Alamin,” pungkas Amhar. (wol/gacok/data3)

Check Also

Ijeck: Tanggung Jawab Kita Untuk Makmurkan Masjid

PERCUT SEITUAN, Waspada.co.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, mengajak seluruh umat Islam, khususnya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.