Ilyas: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Punya Makna Mendalam

Iklan

LIMAPULUH, Waspada.co.id – Dalam menciptakan perubahan, Nabi Muhammad SAW sangat luar biasa. Dengan penuh kedamaian, hati ahlakul karimah, dan santun, Muhammad berhasil mengubah masyarakat Jahiliyah menjadi khairul ummah.

Hal tersebut dikatakan Plt Kadisdik Kabupaten Batubara, Ilyas Sitorus, pada Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara, Desa Kerupuk Kecamatan Limapuluh Pesisir, Selasa (26/11).

Masih menurut Ilyas, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H mengangkat tema “Moment meningkatkan kasih sayang, mengutamakan kebenaran, menjunjung tinggi toleransi dalam upaya membentuk insan Batubara yang cerdas, berkarakter dan berbudaya”.

“Sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah salah satu peristiwa penting masa kenabian yang diperingati secara luas umat Islam. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mempunyai makna mendalam bagi kehidupan umat muslim, karena bulan ini sangat luar biasa khususnya dan umat manusia pada umumnya,” ujar Ilyas.

Ilyas juga mengatakan bahwa bulan Rabiul awal sangat bersejarah dalam kehidupan manusia, karena telah melahirkan seorang pemimpin umat manusia. Melalui Nabi Muhammad SAW, Allah menunjukkan manusia menuju alam yang penuh dengan cahaya keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

iklan

“Karenanya, bulan Rabiul awal kita jadikan media dan sarana mengumpulkan kaum muslimin melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H dengan tujuan menanamkan, memupuk, dan menambah rasa cinta kepada Rasullullah SAW,” sebut Ncekli, sapaan akrab Ilyas.

“Mari kita pahami kembali sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dan mengimplementasikannya pada dunia pendidikan agar generasi muda dan juga pegawai Disdik memahami dan mengerti menjadi pedoman hidup,” pinta Ilyas.

Dalam tausyiahnya, memberikan gambaran tentang tugas dan sifat nabi semasa menyebarkan agama Islam. Samin Pane juga menyampaikan empat pesan meliputi jangan kerjakan semua kerjaan, jangan belanjakan semua yang ada, lupakan kebaikan kita dan ingat kebaikan orang serta ingat kejahatan kita lupakan kejahatan orang.

“Tugas Nabi itu mengubah yang ingkar menjadi beriman, bodoh menjadi pintar. Sifat Nabi ada empat, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fatonah (cerdas),” jelas al ustadz. (wol/aa/data3)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan