Gunakan Teknologi Terbarukan Untuk Kontruksi

Seminar dan workshop tentang aplikasi teknologi terbaru dalam dunia kontruksi.

Waspada.co.id – Perkembangan dan kemajuan teknologi ikut mendorong Pemerintah dalam memprioritaskan pembangunan infrastruktur menjadi hal yang terutama.

Tujuannya yaitu memberikan konektivitas antar daerah dan menciptakan perekonomian yang lebih merata ke wilayah-wilayah tujuan.

Oleh karena itu, ini yang mendorong juga Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Sumatera Utara bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Seminar dan workshop tentang aplikasi teknologi terbaru dalam dunia kontruksi.

Turut hadir menjadi narasumber antara lain Kepala Satuan Kerja P2JN Sumut
Achmad Trunajaya, Head of Center for Disaster Mitigation and Technological Innovation (Gama-Ina TEK) Prof Ir. Teuku Faisal Fathani, serta Marketing Manager PT Freyssinet Total Technology,
Koko Y. Prakoso.

Dalam kesempatan tersebut, Achmad Trunajaya menjelaskan acara workshop ini dihadiri perwakilan 33 kabupaten kota, akademisi, kontraktor, konsultan dan dari internal P2JN sehingga dapat memberikan wawasan terkini terkait dengan kontruksi.

“Tentu, kita ingin infrastuktur kita aman dan nyaman. Seperti sekarang, sering terjadi longsor, baik di Siantar, daerah Medan Berastagi dan paling fenomenal di Batu Jomba dan Aek Latong itu sudah bertahun tahun sering terjadi longsor karena berada di daerah patahan. Dengan adanya workshop ini kami serta teman-teman daerah bisa mendapat pengetahuan terkini baik secara teoritis dan penerapan, serta dapat dilakukanpl penelitian yang lebih fokus,”jelasnya.

Bukan hanya itu, daerah kawasan
Danau Toba juga sering terjadi longsor dan kedepannya, infrastruktur akan dibangun sesuai dengan perintah presiden.

“Kebetulan tahun ini dan kedepan perintah Bapak Jokowi untuk membangun Danau Toba sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional),” terang Achmad Trunajaya.

Sementara menurut, Head of Center for Disaster Mitigation and Technological Innovation (Gama-Ina TEK) Prof Ir. Teuku Faisal Fathani menambahkan terjadinya longsor diakibatkan dua faktor yakni
faktor pengontrol dan faktor pemicu. Bila dilihat dari faktor pengontrol maka diakibatkan dari lorong yang terlalu curam, tanah lapuk kemudian ada patahan geologi, ini yang harus diperhatikan x

“Sementara, faktor pemicunnya bisa dari hujan, gempa bahkan dari manusia, dan dasar-dasar fundamental penanganan longsor berkaitan erat dengan pembangunan jalan, survei, dan investigasi. Dengan survei yang akurat dan sesuai standar yang berlaku hingga pelaksanaan yang terkontrol dengan baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Marketing Manager PT Freyssinet Total Technology,
Koko Y. Prakoso menjelaskan tentang teknologi cable stay jembatan. Teknologi terbaru yang dikembangkan dari sisi kekuatan jembatan saja sekarang juga dipikirkan bagaimana membuat jembatan itu menjadi optimum, harga juga makin efisien, murah.

“Metode teknonogi pembangunan jembatan cable stay ini juga bisa menjadi ikon sehingga harus dilindungi, dan mengembangkan sistem perlindungan baik dari kebakaran hingga ledakan,” jelasnya.