_
Home / Pemilu / Duet Gibran-Cucu Soekarno, PDIP: Itu Namanya Dinamika Politik
foto: Antara

Duet Gibran-Cucu Soekarno, PDIP: Itu Namanya Dinamika Politik

SOLO, Waspada.co.id – Jelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo 2020, PDI Perjuangan (PDIP) bergejolak. Setelah nama Gibran Rakabuming Raka, kini muncul nama Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara maju dalam Pilkada Solo 2020.

Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), FX Hadi Rudyatmo, menilai munculnya nama cucu Bung Karno tersebut merupakan dinamika politik.

“Hal itu yang dinamakan dinamika politik, sedangkan politik merupakan aspirasi. Partai politik sebagai alat perjuangan,” kata Rudyatmo di Solo, Kamis (31/10).

Jika paham tentang politik dan partai politik, menurut dia, muncullah yang dinamakan dinamika politik. Dinamika politik disikapi dengan positif saja. Paundra pernah menjadi anggota DPRD Kota Surakarta dari Fraksi PDIP pada Pemilu 2009.

Hingga kini, Paundra masih memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDIP. Akan tetapi, kata Rudyatmo, dalam kegiatan sudah tidak aktif lagi. Namun, dia telah di-PAW sebagai anggota DPRD Kota Surakarta. Setelah itu, sudah tidak penah mengikuti kegiatan lagi.

Paundra di-PAW karena tidak pernah aktif. Hal ini sesuai aturan sebagai anggota DPRD tidak hadir paripurna beberapa kali dan tidak pernah aktif dalam kegiatan pembahasan, DPC PDIP kemudian mengirimkan surat ke DPP.

DPP PDIP kemudian menurunkan surat PAW karena hal itu membawa nama baik partai. Hal ini, kata dia, ada aturannya atau harus memenuhi unsur-unsur dalam tugas sebagai wakil rakyat. Menyinggung soal ada nama Gibran dipasangkan dengan Paundra, Rudyatmo mengakui hal itu dinamika politik dan tidak apa-apa. Namun, hal itu mestinya prosedur mekanisme harus dilalui.

Menurut dia, siapapun warga negara yang usianya memenuhi persyaratan itu, mempunyai hak dicalonkan dan mencalonkan serta mempunyai hak dipilih dan memilih. DPC PDIP Surakarta yang mengusulkan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa dari arus bawah pada Pilkada 2020, tergantung pada sosok yang mendapat rekomendasi dari DPP PDIP.

Semua calon yang dicalonkan melalui PDIP pada Pilkada 2020 Surakarta, tergantung pada keputusan DPP. Tugasnya sebagai Ketua DPC PDIP menjalankan Peraturan Partai Nomor 24/2017 tentang Proses Penjaringan dari Bawah. Setelah itu, selesai calon yang diusulkan mengisi formulir dikembalikan dan kemudian dibawa ke DPP.

“Usulan itu sudah kami bawa ke DPP. Maka, tugas saya sudah selesai dalam proses sesuai dengan Peraturan Partai Nomor 24/2017,” katanya.

Menurunya, bukan hanya Gibran yang dapat mencalonkan diri, tetapi semua warga negara masih terbuka lebar yang hendak mendaftarkan diri melalui partainya pada Pilkada 2020. (wol/aa/mer/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Terkait Dana Desa/Kelurahan, DPRD Akan Panggil Kabag Tapem dan Hukum

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong, mengapresiasi semua pihak yang telah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.