_
Home / Medan / Dua Mahasiswa Pemilik 100 Butir Pil Ekstasi Diadili di PN Medan
WOL Photo/Ryan

Dua Mahasiswa Pemilik 100 Butir Pil Ekstasi Diadili di PN Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Hari ini, Pengadilan Negeri (PN) Medan menggelar sidang pertama terhadap dua terdakwa pemilik 100 butir pil ekstasi yakni, Febryan Suhada Batubara dan Adlin Rais Lubis yang terjerat kasus kepemilikan 100 butir pil ekstasi.

Diketahui, kedua terdakwa masih berstatus mahasiswa semester VI di salah satu Kampus Kota Medan.

Dalam sidang dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lince Rosmina, menuturkan bahwa kedua terdakwa pada hari Senin tanggal 24 Juni 2019 sekira pukul 01.00 WIB, bertempat di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan melakukan transaksi narkotika jenis ekstasi.

“Tanpa hak atau melawan hukum percobaan atau permufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram,” ujar JPU di hadapan Ketua Majelis Hakim Ali Tarigan, Kamis (20/11).

Jaksa menilai perbuatan terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor: 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Lebih jauh, JPU mengungkapkan kronologis penangkapan, bahwa terdakwa Febry pada hari Minggu tanggal 23 Juni 2019 sekira pukul 21.00 WIB, dihubungi oleh terdakwa Adlin untuk bertemu di Jalan Puri Medan. Setelah keduanya bertemu, Adlin mengatakan kepada terdakwa Febry ada yang mencari pil ekstasi merk Lego kemudian sekira pukul 22.00 WIB, keduanya menuju kampung kubur bertemu dengan Dawen (DPO) memesan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 100 butir kepada Dawen.

Setelah menerima ekstasi dari Dawen kata JPU, selanjutnya Adlin mengajak pergi terdakwa Febry dan di tengah perjalanan menuju Jalan Puri Medan, Adlin memasukkan satu plastik klip bening tembus pandang yang berisi 100 butir pil ekstasi ke dalam tas sandang milik Febry. Dan setibanya di lokasi Adlin menyuruh Febry untuk menunggu kabar.

Selanjutnya dirinya yang akan pergi menjumpai calon pembeli Arjuna Gaol Simbolon (polisi yang menyamar sebagai pembeli), kemudian Adlin menghubungi Febry dan mengatakan agar datang ke gang di samping Toyota depan Makam Pahlawan.

“Sekira pukul 01.00 WIB, kedua terdakwa tiba di lokasi yang dimaksud untuk bertemu para saksi menjual ekstasi tersebut. Kemudian para saksi langsung menangkap dan menyita barang bukti berupa satu plastik klip bening tembus pandang yang berisi 100 (seratus) butir narkotika jenis pil ekstasi warna biru bertuliskan Lego seberat 30 (tiga puluh) gram, satu unit handphone merk Oppo warna gold hitam dan satu unit handphone merk Asus warna abu-abu,” pungkas JPU.

Demikian setelah mendengarkan pembacaan dakwaan dari JPU, selanjutnya Ketua Majelis Hakim Ali Tarigan menunda persidangan hingga pekan depan dan dibuka kembali dalam agenda mendengarkan keterangan saksi.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bank Panin VS Nasabah, Majelis Hakim Nyatakan Tidak Dapat Terima Gugatan Penggugat

MEDAN, Waspada.co.id – Pengadilan Negeri Medan telah memutus perkara gugatan nasabah bernama, Herman terhadap Bank ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.