_
Home / Fokus Redaksi / DPR Ancam Bubarkan BNN, Arman Depari: Dibakar Saja Sekalian Sama Orang-orangnya!

DPR Ancam Bubarkan BNN, Arman Depari: Dibakar Saja Sekalian Sama Orang-orangnya!

Waspada.co.id – Sebagaimana dikabarkan, anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menuding BNN minim prestasi dalam pemberantasan peredaran narkotika. Dalam kegiatannya BNN disebut telah menggunakan anggaran yang cukup besar, sehingga politisi PDIP tersebut mengatakan lebih baik BNN dibubarkan saja.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari angkat bicara.

“Kami memang bekerja untuk menyelamatkan generasi muda kita dari penyalahgunaan narkoba. Kalau selama ini BNN melakukan kegiatan-kegiatan operasi, tentu ini bukan untuk kepentingan BNN sendiri,” jelasnya di hadapan awak media, usai operasi pengerebekan pabrik narkotika di Tasikmalaya, Rabu (27/11) kemarin.

“BNN itu adalah milik masyarakat, bukan milik perorangan dan bukan milik partai. BNN didirikan berdasarkan undang-undang, bukan didirikan karena selera orang-orang tertentu. Kalau misalnya DPR tidak punya upaya lagi, tidak punya solusi untuk itu, ya dibubarkan silakan,” imbuhnya.

Namun mengejutkan, di akhir pernyataannya, pria kelahiran Berastagi Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini mengeluarkan pernyataan bernada kesal. “Kalau perlu bukan hanya dibubarkan, dibakar sekalian masukin kremasi sama orang-orangnya. itu aja, terima kasih,” ujarnya sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Rapat Kerja BNN di DPR
Komisi III DPR telah menggelar rapat kerja dengan Badan Narkotika Nasional di Gedung DPR, Kamis, 21 November 2019. Dalam rapat tersebut Komisi III mengkritik BNN karena dinilai sampai saat ini BNN miskin terobosan, padahal narkoba di Indonesia telah memasuki tahap yang serius.

Kritik dilayangkan oleh anggota Komisi III Masinton Pasaribu. Menurut Masinton, saat ini narkotika yang masuk ke Indonesia jumlahnya masih cukup banyak. Dia mempertanyakan di mana peran BNN dalam melakukan deteksi dini dan mencegah barang haram tersebut masuk.

“Jalur masuknya semua kata bapak bisa dideteksi, mana deteksinya? Masuk semua barangnya pak. Terus kita setiap saat kita dicemaskan dengan narkotika, negara keluar triliunan rupiah, ngapain kita di sini,” kata Masinton dalam rapat tersebut, Kamis (21/11) pekan lalu.

Masinton mengatakan BNN harus memiliki banyak terobosan untuk menekan jumlah peredaran narkotika. Jika keberadaan BNN dianggap tidak memiliki dampak yang signifikan, maka BNN bisa saja dievaluasi, dan dibubarkan sehingga kewenangan penanganan narkotika diserahkan ke Polri saja.

“Kalau tidak ada terobosan, saya minta BNN dievaluasi, dibubarkan saja. Dilebur saja sama kepolisian kalau enggak,” ujar Masinton.

Masinton menambahkan Indonesia memiliki berbagai macam sumber daya untuk menangkal masuknya narkoba ke Tanah Air. Maka dari itu, dia merasa sangat heran mengapa jumlah masuknya narkoba ke Indonesia masih cukup besar, hal ini tentunya menjadi hal yang perlu diselesaikan oleh BNN.

“Masak negara kalah dengan bandar narkoba. Kalau BNN tidak mampu menjadi alat memerangi narkoba, nyatakan saja tidak mampu. Biar kita bubarkan saja, kita cari alat yang lain,” ujarnya. (wol/ags/data2)

Check Also

Diduga Simpan Sabu 50 Kg, BNN Gerebek Rumah di Jalan Perwira

MEDAN, Waspada.co.id – Diduga menyimpan sabu seberat 50 kg, Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.