Canggihnya Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri, Bisa Cetak e-KTP Hingga Akte Lahir

foto: istimewa

JAKARTA, Waspada.co.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Senin malam, 26 November 2019. ADM ini diklaim akan mempermudah keperluan masyarakat dalam memperoleh data kependudukan dan catatan sipil.

Sekilas, ADM ini seperti layaknya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang sering dijumpai masyarakat dimana pun berada. Bentuknya juga mirip dengan ATM, bedanya kalau di ADM tentu menunya adalah layanan kependudukan. Ada layar berisi menu layanan, pemindai barcode dan print out dokumen.

“Kalau ATM kan keluarnya uang, kalau ADM keluarnya dokumen kependudukan,” kata Sekretaris Direktorat Dukcapil Kemendagri, Gede Suratha saat menjelaskan cara kerja ADM di tvOne.

Petugas mengambil contoh dokumen yang dicetak di Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM)

Gede mengatakan mesin ADM dapat mencetak 24 jenis dokumen kependudukan, mulai dari Kartu Keluarga, E-KTP, Surat Keterangan hingga Kartu Identitas Anak (KIA). Dengan ADM ini, masyarakat tidak perlu mengantre di kelurahan untuk mendapatkan dokumen kependudukan, cukup mengakses ADM di tempat-tempat strategis. “Ini bisa diakses 24 jam,” ujarnya.

Cara mengakses ADM ini, Gede menjelaskan masyarakat lebih dulu mendaftarkan diri ke kantor Dukcapil setempat dan menyerahkan nomor handphone untuk bisa mengakses ke sistem ADM. Nantinya, sistem akan mengirimkan notifikasi ke handphone pendaftar yang berisi nomor PIN atau QR code bagi pengguna Android.

“Ini adalah akses ke ADM untuk mendapat layanan Dukcapil online,” ungkapnya.

Setelah mendapat QR code, pengguna tinggal menuju ADM, scan barcode di mesin dan memilih menu layanan dokumen kependudukan yang diinginkan, kemudian print dokumen, tunggu hingga satu menit dokumen selesai dicetak.

Petugas mengambil contoh dokumen yang dicetak di Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM)

Perlu diketahui, QR code yang diterima pendaftar untuk mengakses dokumen Dukcapil online hanya berlaku sekali pakai, untuk satu dokumen yang diajukan saat mendaftar akses ADM. Setelah dokumen tercetak maka QR code tersebut otomatis tidak berlaku lagi.

Menariknya lagi, terang Gede, ADM ini merupakan karya anak bangsa bukan impor. Semua alat-alat dan sistem yang digunakan, semuanya dari dalam negeri. Nantinya, ADM ini akan ditempatkan tempat-tempat strategis di seluruh Indonesia.

“Ini adalah layanan Dukcapil yang membahagiakan rakyat, dibuat anak-anak bangsa, dan sistemnya cuma satu dari kita,” ungkapnya. (vivanews/ags/data2)