_
Home / Ragam / Hiburan / Tak Selalu Gemerlap, Ini Tekanan Yang Dihadapi Idola Korea Hingga Nekat Bunuh Diri
Ilustrasi

Tak Selalu Gemerlap, Ini Tekanan Yang Dihadapi Idola Korea Hingga Nekat Bunuh Diri

Waspada.co.id – Di balik gemerlapnya industri hiburan Korea Selatan, tersimpan fakta menyeramkan bagi para idola. Mereka menjalani hal tersebut guna meraih popularitas di negeri ginseng tersebut.

Industri ini baru saja kehilangan lagi salah satu artis berbakatnya, kali ini adalah Choi Jin Ri alias Sulli eks anggota girlband F(x). Sulli ditemukan tewas di apartemennya karena bunuh diri dan terkena depresi.

Banyak yang bertanya-tanya, apa penyebab kematiannya?

Belum terjawab sampai saat ini, tetapi yang bisa diketahui adalah industri Kpop bukanlah industri yang melulu serba berwarna. Ada sisi kelam dari industri ini yang pernah terungkap oleh para pelaku dan pegiat sektor ini. Berikut dirangkum oleh CNBC Indonesia.

Berikut fakta-fakta kelam yang harus dilalui para idola agar bisa meraih mimpi.

Kontrak Kerja ala Budak adalah Hal yang Biasa
Industri hiburan Korea Selatan, khususnya K-Pop, terkenal dengan ‘kontrak ala budak’ untuk calon-calon penyanyi atau aktor. Pada awal masa trainee, mereka akan menandatangani kontrak yang jangka waktunya 7 hingga 15 tahun.

Sayangnya, dengan jangka waktu selama itu, belum tentu para trainee ini lolos sampai bergabung dalam suatu boyband atau girlband. Kadang malah ada trainee yang dilatih hingga sepuluh tahun sebelum dapat menginjakkan kaki di atas panggung atau studio rekaman.

Contohnya adalah ketika anggota girlband Stellar memberi tahu acara No Cut News bahwa keempat gadis itu secara teratur membagi satu makanan karena mereka sama sekali tidak memiliki uang. Ada lagi kasus mantan anggota boyband Dong Bang Shin Ki (TVXQ) yang memenangkan kasus pengadilan selama 13 tahun atas kontrak upah rendah dari agensi mereka.

Terjebak Skandal Seksual & Popularitas
Peluang kesuksesan yang tipis, mendorong para calon entertainer menjual dirinya dengan para petinggi yang bisa melancarkan karier mereka. Kadang mereka juga dipaksa oleh agensi mereka agar tetap laku dipakai di pasaran. Dalam K-Pop, hal itu disebut dengan ‘sponsor’, padahal nyatanya mereka membarter seks untuk ketenaran.

Menjadi bintang K-Pop juga bisa terjun ke karier akting. Pada 2010, Korea Joongang Daily melaporkan bahwa 60 persen aktris harus membayar peran dengan barter seksual. Salah satu korban dari praktek ini adalah Jang Ja-Yeon yang dikenal sebagai Sunny dalam drama Boys Before Flower.

Jang Ja-Yeon bunuh diri dengan gantung diri di rumahnya. Kematiannya menjadi skandal ketika diungkapkan bahwa Jang menderita depresi klinis karena pelecehan seksual dan fisik yang ia terima sepanjang karirnya. Jang Ja-Yeon dipaksa oleh agensinya untuk berhubungan seks dengan sejumlah petinggi VIP, termasuk direktur, eksekutif media, dan CEO dan disiksa ketika dia tidak melaksanakan perintah dengan benar.

Mau Terkenal? Harus Bedah Plastik!
Masyarakat Korea Selatan melakukan bedah plastik memang sudah biasa. Namun, praktek operasi plastik ini mencuat karena standar kecantikan mereka yang tidak manusiawi. Para calon entertainer atau idola harus ‘memperbaiki’ fitur wajah mereka. Seperti pembentukan wajah agar proporsional dan berbentuk V-line.

Makanya, para idola wanita K-Pop cenderung terlihat sama. Mereka memiliki wajah kecil, mata besar, dan kancing hidung sementara dagunya runcing dan pipinya lebar. Perubahan seperti ini tidak selalu bagus dan bahkan beberapa bintang mengiklankan ahli bedah plastik. Namun ada juga idola yang tidak mengakui pernah menjalani operasi.

Terkadang, praktek bedah plastik juga ada dalam kontrak kerja sebagai syarat sebelum debut. Namun biasanya yang akan keluar uang untuk operasi tersebut adalah si calon entertainer itu sendiri, bukan agensinya.

Hati-Hati dengan Haters yang Bisa Membunuh Idol

Para idola di Korea Selatan yang sedang naik daun mungkin tidak seindah kelihatannya. Jika mereka memiliki banyak penggemar, di sisi lain mereka juga memiliki anti-penggemar atau haters yang aktif membenci hingga bisa membunuh si Idola tersebut.

Menurut All K-Pop, ada kasus ketika salah satu anggota boyband yang diberikan minuman oleh salah satu haters yang menyamar sebagai penggemar. Minuman tersebut diminum oleh ibu anggota tersebut. Tak lama ibunya mulai muntah darah dan dilarikan ke rumah sakit sebab minuman dari haters tersebut mengandung racun dan lem.

Selain itu, mereka juga melakukan serangan lewat media sosial. Mereka mengirimkan komentar-komentar jahat dalam kolom komentar sosial media para idola yang mereka benci. Tidak sedikit dari pada idola yang bunuh diri akibat stres menghadapi komentar para haters. Salah satunya mantan anggota f(x), Sulli yang meninggal akibat cyber-bullying.

Penggemar Berat yang Juga Menyusahkan Idol
Memang ada penggemar biasa yang mendukung penuh idola mereka. Namun ada juga penggemar berat yang mengidolakan dengan cara ekstrem, yang disebut Sasaeng. Para Sasaeng ini berani untuk melewati batas pribadi para idola.

Menurut Australian Broadcasting Corporation, boyband TVXQ pernah ditelepon iseng oleh Sasaeng, dan bahkan apartemen mereka pernah dibobol masuk. Para Sasaeng yang melakukan hal ini ingin mengatakan ingin lebih dekat dengan idola mereka. Pernah juga mereka mengirimi idola surat cinta yang ditulis dengan darah menstruasi.

Sasaeng juga berani berbuat kasar guna mendapatkan perhatian dari idolanya. Bahkan mereka juga menggunakan layanan taksi khusus yang akan mengejar idola dengan kecepatan 125 mph, yang tentu hal ini membahayakan keselamatan banyak orang. (cnbcindonesia/data1)

Check Also

Pasca Perundingan Hanoi, Militer AS dan Korsel Batalkan Latihan Militer Bersama Skala Besar

WASHINGTON, Waspada.co.id – Militer Amerika dan Korea Selatan berencana ‘tidak meneruskan’ latihan militer bersama skala ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.