Mobil Listrik Curi Perhatian Pecinta Otomotif

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Mobil listrik saat ini mencuri perhatian bagi para pecinta otomotif di Indonesia salah satunya di Kota Medan.

Di mana sebagai pabrikan otomotif asal Tiongkok, DFSK berasil mencuri perhatian pengunjung melalui mobil listrik di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Di era kendaraan listrik ini, bisnis ini diprediksi bakal terus menjamur dan tumbuh subur dengan teknologi yang semakin canggih.

Sales & Marketing Director DFSK, Alex Pan menuturkan bahwa ini juga untuk mendukung kebijakan Indonesia terkait kendaraan listrik dengan mempersiapkan produk serta teknologi sebagai salah satu bagian untuk mempercepat program kendaraan listrik.

“Kami optimis, produk kendaraan listrik dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Di pameran ini, menandai kemampuan DFSK untuk menyuguhkan kendaraan listrik yang siap digunakan dan menyenangkan untuk dikendarai, DFSK menghadirkan Glory E3 yang design modern nan menawan dipadu dengan performa tenaga listrik yang fun to drive,” tuturnya , Kamis (24/10).

iklan

DFSK Glory E3 menggunakan teknologi listrik dengan model Battery Electric (BE) yang sepenuhnya mengandalkan baterai dan motor listrik sebagai tenaga penggeraknya. Kendaraan ini 100% bebas emisi gas buang karbon sehingga sangat ramah lingkungan di jalan-jalan dan bisa menjadi solusi untuk kebutuhan kendaraan yang hijau.

Terkait mobil listrik, tentu mendukung kebijakan pemerintah dan kita masih terus menunggu kepastian kebijakan tersebut. Tetapi secara akselerasi percepatannya kita mendukung penuh.

“Seperti minggu lalu, kita juga telah melakukan Mou kerjasama dengan PLN di Jakarta dalam akselerasi percepatan kendaraan listrik. Pihaknya juga sudah berbicara dengan pemeritahan bahwa mereka sudah melakukan proses pengiriman prototipe kendaraan listrik dari Tiongkok,” jelasnya.

“Kedepannya, mobil listrik ini akan diproduksi di pabrik DSFK di Cikande, Serang. Prototipe akan tiba di bulan Desember ini. Untuk harga resminya sampai sekarang belum ada karena ini akan berhubungan dengan modal dan insentif dari pemerintah. Dan kebijakan ini sedang digodok oleh pemerintah,” tandasnya.(wol/Eko/data1)

Iklan