_
Home / Medan / Mabes Polri Akan Kembali Gelar Kasus Dugaan Korupsi Bupati Labura dan Labusel
WOL Photo

Mabes Polri Akan Kembali Gelar Kasus Dugaan Korupsi Bupati Labura dan Labusel

MEDAN, Waspada.co.id – Penyidik Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Sumut akan kembali membawa kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi Bangunan (PBB), Bupati Labuhan Batu Utara (Labura) dan Labuhan Batu Selatan (Labusel) untuk dilakukan gelar di Bareskrim Mabes Polri.

“Gelar pertama sudah dilakukan namun karena masih ada yang harus dilengkapi sehingga akan dilakukan lagi gelar di Mabes Polri, pekan depan,” tutur Dir Reskrimsus Poldasu, Kombes Ronny Samtana, Kamis (24/10).

Namun, Ronny tidak menjelaskan perihal berkas yang harus dilengkapi. “Segala kekurangan sudah kita lengkapi, mudah-mudahan pekan depan sudah bisa dilakukan gelar lagi di Mabes Polri, sehingga dapat menentukan status mereka,” sebutnya.

Mantan penyidik KPK itu optimis kasus dugaan korupsi DBH PBB Pemkav Labura dan Labusel akan naik ke persidangan.

“Untuk saat ini status mereka masih saksi. Mudah-mudahan dalam gelar nanti status mereka ditingkatkan lagi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut, hari Selasa (15/10) melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel) dan Labuhan Batu Utara (Labura) di Mabes Polri.

Dia mengaku, dalam kasus ini tidak tertutup kemungkinan Bupati Labura Khairuddin Syah Sitorus dan Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung bisa jadi tersangka. “Siapa saja bisa jadi tersangka,” ungkapnya.

Jika kedua bupati ini statusnya menjadi tersangka, sebut Ronny, prosedur pemanggilan dilakukan melalui Mendagri. “Kalau sudah tersangka, pemanggilan dilakukan atas seizin Mendagri,” sebutnya.

Dalam kasus ini, Bupati Labura, Khairuddin Syah Sitorus, telah menjalani pemeriksaan di Poldasu sebagai saksi, pada Jumat (26/4). Ia diduga terlibat penyelewengan DBH PBB tahun 2013 senilai Rp3 miliar.

Sedangkan Bupati Labusel, Wildan Aswan Tanjung, menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Poldasu pada, Senin (29/4). Untuk kasusnya, ia diduga terlibat penyelewengan DBH PBB tahun 2013 hingga 2015 di Kabupaten Labusel sebesar Rp1,9 miliar.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Poldasu Tembak 3 Pengedar Narkoba, 35 Kg Sabu Disita

MEDAN, Waspada.co.id – Penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut mengungkap upaya peredaran gelap narkoba ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.