Kapoldasu Pastikan Golfrid Tewas Korban Lakalantas Tunggal

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara akhirnya memberikan keterangan soal kasus kematian Golfrid Siregar aktivis Walhi Sumut.

Dalam keterangan yang disampaikan Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, menyebutkan bahwa spekulasi yang selama ini beredar bahwa korban diduga mengalami tindak kekerasan, belum terbuktikan.

Bahkan, dari hasil penyelidikan dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) belum ditemui adanya dugaan tindak kekerasan terhadap korban sebelum meninggal dunia.

“Berdasarkan penyelidikan dan olah TKP. Saat ini masih kita simpulkan bahwa korban Golfrid Siregar meninggal karena kecelakaan tunggal lalu lintas di Underpass Titi Kuning Medan,” terangnya, Jumat (11/10).

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihatini, mengaku berdasarkan pemeriksaan di sepeda motor korban, terdapat beberapa kerusakan di antaranya lampu sen kanan pecah, shock sebelah kanan tergores, lecet di body sebelah kanan, patah kaca spion sebelah kanan hingga pijakan rem belakang sebelah kanan bengkok.

“Jadi hampir seluruh kerusakan di sepeda motor korban di sebelah kanan. Diduga korban menghantam trotoar Underpass Titi Kuning dan sepeda motornya jatuh dengan miring ke sebelah kanan,” jelas Juli.

Selain itu, Juliani menuturkan beberapa luka yang terdapat di tubuh korban juga mayoritas berada di sebelah kanan seperti kepala, kuping, dan mata lebam. “Selain itu, celana korban yang kotor juga hanya di sebelah kanan,” ungkapnya.

Juliani menambahkan dari hasil olah TKP diduga korban datang dari arah Jalan STM menuju Underpass Titi Kuning. Shock bagian bawah sepeda motor korban yang tergores ketinggiannya 28 cm.

Sementara, diduga sepeda motor korban menghantam trotoar underpass yang berdiameter 25 cm sehingga membuat kendaraan korban tidak stabil. Sebab kendaraan di sisi sebelah kiri tidak ditemukan tanda-tanda benturan ataupun gesekan.

“Jadi ini semua berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP. Tidak ada yang ditutup – tutupi. Kita terbuka semuanya. Faktanya saat ini menunjukkan bahwa kematian korban disebabkan karena lakalantas tunggal,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN