_
Home / Pemilu / Jokowi Diminta Turun Tangan Terkait Keputusan Gibran Maju di Pilwalkot Solo
Presiden Jokowi dan Keluarga (Foto: Okezone)

Jokowi Diminta Turun Tangan Terkait Keputusan Gibran Maju di Pilwalkot Solo

agregasi

 

SOLO – Sinyal maju Pilwalkot yang dikirimkan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dengan mendatangi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri berimbas buruk untuk PDIP Solo.

Prihatin dengan kondisi tersebut, salah satu tokoh kota Solo, Kusumo Putro meminta agar Presiden Jokowi segera turun tangan meminta agar putranya membatalkan niat maju di Pilwalkot.

Dalam konferensi persnya, Kusumo Putro mengatakan apa yang diutarakannya bukan berarti dirinya mendukung Ahmad Purnomo-Teguh Prakoso dan tidak mendukung Gibran.

Menurut Kusumo keberpihakan dirinya terhadap Presiden Jokowi tidak perlu diragukan lagi. Sejak awal pencalonannya sebagai Walikota, Gubenur hingga Presiden dirinya selalu mendukung penuh Presiden Jokowi.

Permintaan agar Presiden Jokowi turun tangan meminta putranya untuk berpikir dua kali maju di Pilwalkot dilandasi kondusifnya kota Solo.

Pasalnya ketika muncul nama Gibran, di masyarakat sudah terjadi pro dan kontra. Saat ini saja, meskipun Gibran belum mendapatkan rekomendasi, kelompok-kelompok kecil, baik pendukung Gibran maupun pendukung Ahmad Purnomo dan Teguh Prakoso sudah mulai bermunculan.

“Apabila (tim pendukung) semakin berkembang tidak terbendung maka ini akan membuat situasi kota Solo kurang nyaman. Dan jika DPP PDI tidak segera mengambil sikap jelas membuat PDIP Solo terbelah. Dan bila sudah terbelah,muncul calon ketiga, maka calon itulah yang akan mendapatkan keuntungan,” terang Kusumo, Sabtu (26/10/2019).

Sambil mengutip sebuah pepatah Jawa, “anak polah bopo kepradah,” sikap pembiaran Presiden Jokowi yang lebih memilih diam, akan memunculkan pemikiran di masyarakat bila Jokowi membangun kerajaan. Apalagi, menantunya sendiri pun juga mencalonkan diri di Pilkada ini juga.

“Presiden Jokowi harus tegas. Selama ini Jokowi hanya diam belum menentukan sikap politiknya terhadap pencalonan anaknya. Pasti akan timbul pemikiran dari masyarakat jika Jokowi akan membangun kerajaan. Apalagi menantunya juga dikabarkan juga mencalonkan diri di Pilkada ini,” kata Kusumo.

Untuk itu, Kusumo meminta agar Gibran terlebih dahulu belajar menata pemerintah dengan mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif. Bila modal politik sudah ada, barulah Gibran mencalonkan diri di Pilkada.

“(Gibran) Perlu belajar, berangkat dulu dari DPRD, minimal untuk belajar tentang penataan kota. Kedua harus belajar dulu menjadi kader partai. Ini tak hanya untuk Gibran, tapi juga untuk Ahmad Purnomo dan Teguh Prajoso yang tak mengklaim akan mendapatkan rekomendasi karena mendapatkan restu dari orang pertama di Kota Solo dan dapat dukungan penuh dari struktural partai di DPC Solo,” pungkasnya.

Check Also

Stafsus Jokowi: Tak Ada Gunanya Tanggapi Rocky Gerung

JAKARTA, Waspada.co.id – Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono mengatakan tak ada gunanya menanggapi Rocky ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.