Ini 9 Faktor Penyebab Jatuhnya Lion Air di Karawang Hasil Investigasi KNKT

Tim SAR mengangkut serpihan pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Karawang, Jawa Barat (Okezone.com/Harits Tryan)
Iklan
agregasi

 

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan akhir investigasi penyebab jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin 29 September 2018.

Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan, ada sembilan faktor penyebab kecelakaan pesawat Lion Air yang menewaskan 188 orang tersebut.

Untuk menyimpulkan penyebab jatuhnya Lion Air tersebut, KNKT menghabiskan waktu selama satu tahun. Tim KNKT juga telah melakukan penyelidikan hingga ke pabrik pesawat di Amerika Serikat.

“Kesembilan faktor disusun secara kronologis,” katanya dalam konferensi pers di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

iklan

Berikut sembilan faktor penyebabnya jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang berdasarkan hasil investigasi KNKT:

1. Asumsi terkait reaksi pilot yang dibuat pada saat proses desain dan sertifikasi pesawat Boeing 737-8 (MAX), meskipun sesuai dengan referensi yang ada ternyata tidak tepat.

2. Mengacu asumsi yang telah dibuat atas reaksi pilot dan kurang lengkapnya kajian terkait efek-efek yang dapat terjadi di cockpit, sensor tunggal yang diandalkan untuk MCAS dianggap cukup dan memenuhi ketentuan sertifikasi.

3. Desain MCAS yang mengandalkan satu sensor rentan terhadap kesalahan.

4. Pilot mengalami kesulitan melakukan respon yang tepat terhadap pergerakan MCAS yang tidak seharusnya karena tidak ada petunjuk dalam buku panduan dan pelatihan.

Iklan