Event Run For Sustainable Oil Palm Sekaligus Bantahan Atas Black Campaign Eropa

Istimewa
Iklan

SERGAI, Waspada.co.id – Maraknya black campaign kaum elit eropa atas produksi sawit Indonesia secara tidak langsung mengurangi tingkat kebutuhan minyak sawit dan turunannya di pasar dunia. Hal itu dapat mengancam keberlangsungan pertanian sawit baik skala lokal hingga nasional.

Menyikapi kondisi ini, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) bersama perusahaan sawit pemerintah dan swasta menggelar event Run For Sustainable Oil Palm yang dikemas olahraga marathon untuk pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Desa Martebing, Kecamatan Dolokmasihul, Kabupaten Serdangbedagai, Provinsi Sumatera Utara itu sekaligus menepis dugaan-dugaan negatif pihak eropa.

“Run For Sustainable Oil Palm merupakan kegiatan positif berbentuk olahraga untuk kesehatan manusia. Selain berolahraga, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan kepada dunia bahwa industri kepala sawit di Indonesia dikelola secara sustainable (keberlanjutan), yang ramah terhadap lingkungan,” kata Ketua GIMNI Bernard Riedo yang juga menjabat Sustainability and Stakeholder Relations Director Asian Agri, Minggu (13/10).

Bernard menambahkan, Indonesia memiliki luasan perkebunan kelapa sawit yang cukup besar. “Namun, industri kelapa sawit di Indonesia kerap dilanda isu negatif. Oleh karena itu, melalui event Run For Sustainable Oil Palm, kita (GIMNI) ingin menepis isu negatif tersebut, melalui olahraga marathon sekaligus mengenalkan lebih dekat aktivitas kebun sawit yang berkelanjutan (sustainable),” ujarnya.

Event marathon juga diikuti para pelari yang berasal dari luar Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga mancanegara. “Ada sejumlah pelari dari Benua Afrika, Eropa dan Asia ikut menjadi peserta marathon, yang diharapkan menyaksikan dan merasakan secara positif aktivitas perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan serta berdampingan dengan masyarakat,” terangnya seraya menyebut Run For Sustainable Oil Palm yang diprakarsai GAPKI, GIMNI, Sawit dan Indonesia Bersih.

iklan

Panitia Pelaksana Run For Sustainable Oil Palm, Timbas Ginting menjelaskan, ada sekitar 2.231 peserta yang mengikuti lomba marathon. “Puluhan pelari marathon dari luar negeri menjadi peserta. Ada dari Kenya, Inggris, Jerman, Belgia, Singapura, India dan Malaysia,” kata Timbas yang juga Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut.

Masih kata Timbas, ada 4 kelas yang dipertandingan. Marathon jarak 42 kilometer, 21 kilometer, 10 kilometer dan 5 kilometer. “Bupati Sergai Soekirman dan stakeholder di Sumut ikut bergabung mengikuti Run For Sustainable Oil Palm,” bebernya.

Bupati Sergai Soekirman mengatakan, 80 persen perkebunan di Tanah Deli ditanami kelapa sawit baik milik masyarakat maupun yang dikelola corporate (perusahaan). Black campaign yang ditujukan pada komoditi sawit yang menjadi primadona bagi Indonesia tidak lah benar.

“Kelapa sawit kita sangat humanis, dan keberadaan berdampingan dengan masyarakat sebagai sumber penghasilan. Kepala sawit yang dituduhkan merusak lingkungan dan kelestarian hayati tidak dapat dipertanggung jawabkan. Kita sudah merasakan keberadaan kelapa sawit sebagai tanaman yang ramah terhadap lingkungan,” tegas Bupati.

Diketahui, Asian Agri merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia yang beroperasional di 3 provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau dan Jambi. Tak lupa perusahaan yang berkantor di Medan ini ikut terlibat menyukseskan event Run For Sustainable Oil Palm dan puluhan karyawannya menjadi peserta marathon dengan jarak tempuh 5 kilometer. (wol/mrz/data1)

Editor: Agus Utama

Iklan