Diskriminasi! Pelari SMA Diskualifikasi Karena Berhijab

foto: twitter

OHIO,Waspada.co.id – Tidak hanya di Serie A atau kompetisi sepakbola di Eropa, perlakuan diskriminasi masih terjadi pada perlombaan lari lintas alam Sylvania School District’s di Owen Communit College, Findlay, Ohio, Minggu (20/10) lalu.

Seorang peserta bernama Noor Abukaram didiskualifikasi karena mengenakan hijab saat berlomba.Noor merupakan siswi The Bounty Collegium dan berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Sebelumnya, dara berusia 16 tahun itu sudah berkompetisi dengan Sylvania Northview High School dalam perlombaan yang sama selama tiga tahun terakhir.

Namun tak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kejanggalan didapat ketika pelatihnya mengatakan ada masalah pada stelan yang ia kenakan. Menurut penuturan sepupunya, Zobaida Falah, hijab Noor menjadi penyebab namanya tidak tercantum dalam hasil lomba.

“Mereka membiarkannya berlari pada perlombaan itu di mana ia berpikiran dirinya baik-baik saja dan setelah berlomba mencari catatan waktunya bersama rekan setimnya, ia mendapati catatan waktunya tidak ada,” ungkap Falah baru-baru ini.

Padahal, stelan Noor dan rekan setimnya sudah diperiksa oleh panitia perlombaan untuk meyakinkan tidak ada pelanggaran. Noor juga mejelaskan salah satu rekan setimnya telah berganti celana pendek karena corak stripnya tidak sama dengan rekan setim.

“Dalam poin ini, rekan setim saya memakai celana pendek dan saya lega mereka tidak mengatakan ini pada saya,” ungkap Noor akhirnya menyadari ada yang janggal antara pelatih dan ofisial.

Noor mendapati panitia memberi instruksi pada pelatih: ‘Jangan bilang padanya sekarang tunggu sampai selesai’. Pun begitu, Noor tetap melakoni start, fokus berlari, dan menyelesaikan lomba tanpa halangan.

“Saya menyelesaikan perlombaan saya, memeluk rekan setim, berbicara pada orang-orang di perlombaan dan hari itu semuanya menyenangkan,” kata Noor.

Tiba-tiba namanya tidak ada di catatan hasil perlombaan dan ketakutan Noor pun menjadi kenyataan. Bingung, Noor bertanya kepada rekan-rekan bahwa namanya tidak terdaftar.

“Saya bertanya pada rekan setim dan bertanya, ‘teman-teman namaku nggak ada di list’. Mereka menatap saya dengan tatapan kosong dan mengatakan, ‘kau didiskualifikasi’. Satu rekan menatap saya dan bilang ‘karena hijabmu’,” cerita Noor.

“Hati saya langsung tersentak, saya menjadi merasa nggak enak badan dan merasa tertonjok di perut. Ini adalah sesuatu yang selalu takutkan di mana menjadi kenyataan sekarang. Saya hanya bisa berlalu dan rekan setim saya tidak mampu mengatakan apapun,” ucapnya lagi.

Noor mengatakan hijabnya tidak pernah dipermasalahkan pada lomba-lomba sebelumnya dan ofisial Ohio High School Athletic Association (OHSAA) tidak pernah menganggap hijabnya sebagai pelanggaran.

“Panitia tidak memberikan respek yang sama pada saya seperti diberikan pada rekan setim yang juga melanggar peraturan ketika diminta mengganti celana. Saya bahkan tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan pada panitia karena mereka tidak mampu memaparkan alasan sebenarnya kesalahan saya,” kecam Noor.

Uniknya, juru bicara OHSAA lewat laman DailyMail menjelaskan perlombaan tersebut diperbolehkan bagi mereka yang memakai hijab. (wol/aa/fox/dm/data1)  

Editor AUSTIN TUMENGKOL