_
Home / Warta / Mancanegara / Di Balik Operasi Militer di Suriah, Apakah Ambisi Terselubung Erdogan?
foto: (T24.com)

Di Balik Operasi Militer di Suriah, Apakah Ambisi Terselubung Erdogan?

ANKARA,Waspada.co.id Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan punya ambisi lebih dari sekadar menguasai perbatasan Suriah dengan menggempur pasukan milisi Kurdi Suriah.

Beberapa pekan sebelum dia mengumumkan operasi militer, Erdogan mengungkapkan ambisinya yang lebih besar.

“Sejumlah negara punya rudal dengan hulu ledak nuklir,” kata dia di depan partai pendukungnya pada September lalu. “Tapi negara Barat berkeras ‘kita tidak boleh memilikinya’,” kata dia. “Saya tidak bisa terima ini.”

Kini di saat Turki berhadapan dengan sekutu NATO dan bertaruh untuk bisa masuk ke Suriah tanpa mendapat sanksi apa pun, ancaman Erdogan itu punya arti lain.

Jika Amerika Serikat tidak bisa mencegah Erdogan menghancurkan Kurdi, bagaimana mungkin AS bisa menghentikan Turki menguasai senjata nuklir atau teknologi nuklir?

Bukan kali pertama Erdogan mengungkapkan ambisinya untuk memiliki senjata nuklir dan tak ada pihak mana pun yang tahu percis apa sebetulnya tujuan dia. Erdogan adalah sosok yang lihai menjaga keseimbangan antara pihak sekutu dan musuhnya, seperti yang diketahui Presiden Trump dalam dua pekan terakhir.

“Turki sudah mengatakan bertahun-tahun lalu mereka akan mengikuti jejak Iran,” kata John J Hamre, mantan wakil menteri pertahanan yang kini mengelola Pusat Strategis Studi Internasional di Washington.

“Tapi kali ini berbeda. Erdogan memanfaatkan mundurnya pasukan AS dari kawasan itu.”

“Mungkin seperti Iran, dia ingin memperlihatkan dirinya sudah semakin dekat dengan ambisi mempunyai senjata nuklir kapan saja,” ujar Hamre.

Jika benar, maka Erdogan tampaknya sudah mengarah pada kepemilikan senjata nuklir yang jauh lebih canggih dari Arab Saudi, meski tidak lebih dari yang sudah dibikin Iran. Namun sejumlah ahli meragukan jika Erdogan mampu merahasiakan ambisinya itu dan setiap langkah untuk mengarah ke sana akan memicu krisis baru: Turki akan menjadi negara NATO pertama yang melanggar kesepakatan nuklir.

Kini Turki sudah membuat program bom nuklir dengan menyimpan stok uranium dan reaktor penelitian serta punya kaitan dengan sosok yang terkenal di pasar gelap mengenai senjata nuklir” Abdul Kadir Khan dari Pakistan. Turki juga membangun pembangkit listrik besar pertama dengan bantuan Rusia. Negeri Beruang Merah juga diketahui membantu Iran membangun reaktor nuklir Bushehr. (merdeka/data1)

Check Also

Usai Temui dan Dipuji Trump di Gedung Putih, Erdogan Tegaskan Tetap Beli Sistem Rudal dari Rusia

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan tidak akan membatalkan pembelian sistem pertahanan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.